BENGKALIS, GORIAU.COM - Kecamatan Bantan dinilai sebagai daerah potensial untuk pengembangan kawasan agrobisnis. Untuk itu perlu dibuat konsep secara terpadu, dengan melibatkan masyarakat serta peran Pemkab Bengkalis sebagai fasilitator.

“Harus dibuat konsep secara terpadu dan kontiniu guna meningkatkan taraf hidup masyarakat yang selama ini bekerja di sektor pertanian/perkebunan dan perikanan. Kecamatan Bantan harus didorong menjadi sentra agrobisnis terpadu dengan konsep menjadikan petani disana sebagai petani modern dan mandiri,” ungkap Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah, Selasa (2/4/2013). 

Kecamatan Bantan dinilai layak dikembangkan agro culture di berbagai sektor serta peternakan terpadu dengan orientasi pasar kabupaten Bengkalis serta ekspor. Seperti perkebunan kelapa, pertanian palawija sangat memungkinkan dikembangkan di beberapa desa di kecamatan Bantan khususnya desa Jangkang dan Pambang.

Dipaparkan Ketua DPRD, untuk sektor peternakan bisa mengambil lokasi di desa Bantan Tengah. Untuk peternakan, masyarakat dilibatkan dalam budidaya penggemukan sapi serta kambing, dengan jumlah yang memadai. Tujuannya, kebutuhan daging sapi dan kambing di pulau atau seluruh kabupaten Bengkalis dapat terpenuhi.

“Selama ini sektor ini mulai terabaikan. Kalaupun ada program dari SKPD terkait belum menyentuh kepada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kedepan kita mendesak ada pola terpadu pengembangan sektor agrobisnis di Negeri Junjungan ini,”saran Ketua DPRD.

Jamal juga menekankan ada master plan khusus tentang pengembangan kawasan agrobisnis yang tidak hanya tertumpu pada satu titik atau lokasi saja. Harus dilakukan penyebaran daerah, seperti untuk perkebunan, pertanian palawija, peternakan dan perikanan.

“Kemampuan APBD kita cukup memadai untuk mengalokasikan anggaran bagi pengembangan agrobisnis. Saya melihat Kecamatan Bantan memiliki potensi ke arah tersebut karena masyarakatnya mayoritas adalah petani, nelayan dan peternak,” ulas politisi PKS ini. (jfk)