
Kasus Langka
MENGUPAS kisah sang Elis lewat ‘kacamata’ dokter spesialis di rumah sakit Pemerintah Daerah Provinsi Riau, Suindra SpB-KBD. Menurut dia, kasus yang diderit wanita malang itu sebenarnya cukup banyak ditemui dan dialami sebagian pasien.
Seperti kehilangan limpa atau menjalani pengangkatan separoh hati akibat kerusakan yang fatal, namun tidak sekaligus mengalami keduanya.
Menurut dia, jika ditelisik apa yang di derita Elis adalah kejadian yang cukup langka. Sehingga kejadiannya sempat menjadi perhatian khusus bagi tim medis yang menanganinya.
Suindra adalah dokter utama yang berperan dalam penanganan kasus Elis."Terlebih pada kasus Elis, di saat bersamaan dia juga mengalami patah pada lengan kirinya. Sedangkan jalannya operasi dilakukan dengan rentan waktu yangcukup panjang," kata dia.
Dokter ini menjelaskan, bahwa limpa adalah organ tubuh manusia yang berfungsi untuk penghancuran sel-sel darah merah tua. Limpa juga termasuk salah satu organ sistem limfoid yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing.
"Limpanya Elis diangkat karena pecah. Untuk menghilangkan traumatik yang dalam, sebagian kecil limpa yang tersisa ditanamkan di lemak-lemak perutnya untuk membantu kerja organ lainnya."
Ketika limpa diangkat, saat itu kondisi hati Elis yang sebagian kecil juga pecah tidak langsung diangkat. Hati yang pecah saat itu dibalut kain kasa. Setelah lima hari pengangkatan limpa, kembali dilakukan operasi untuk pengangkatan sebagian kecil hatinya yang pecah tersebut.
"Tekat dan semangat hidup pasien saya satu ini memang luar biasa," ujar dokter spesialis yang menjadi juru penyelemat sang Elis. (bersambung)