
PEKANBARU - Genap 50 hari, Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang keterampilan Spa 2024, yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Senam Pesona bersama Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah selesai.
Pimpinan LKP Senam Pesona, Ernany Rahayu mengatakan, PKW yang diadakan oleh LKP senam pesona berfokus kepada mencetak anak didiknya menjadi wirausahawan.
“Alhamdulillah PKW yang kita laksanakan akhirnya selesai. Selama pelatihan berlangsung, kami berfokus bukan untuk mengajarkan bagaimana peserta didik ini menjadi karyawan, melainkan jadi seorang wirausahawan. Oleh karena itu selama pelajaran berlangsung, kami juga membekali mereka dengan pendidikan kewirausahaan dan pendidikan karakter,” katanya saat diwawancarai GoRiau.com setelah acara penutupan PKW di LKP Senam Pesona, Selasa, (13/8/2024).
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah bekerjasama dengan beberapa mitra untuk mendampingi peserta PKW yang telah melaksanakan pelatihan.
“Jadi kami sudah menyiapkan link-link yang telah bekerjasama dengan LKP Senam Pesona. Walaupun pelatihan sudah selesai, kami tidak membiarkan anak-anak ini sendirian, mereka akan terus kami dampingi selama setahun,” jelasnya.
Ernany membeberkan, kendala yang ia rasakan selama 3 tahun berturut-turut dalam melaksanakan PKW ini adalah sulitnya mencari peserta yang sudah tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kesulitan sejauh ini, kan syaratnya anak-anak yang memang sudah tidak lanjut sekolah, jadi memang terkadang ada yang masih terdaftar di Dapodik. Sehingga ini menjadi tantangan bagi kami bagaimana caranya biar anak-anak yang sudah selesai atau tidak lanjut sekolah tapi masih terdaftar di Dapodik ini untuk tetap bisa ikut pelatihan,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Ernany menyampaikan harapannya untuk dapat terus mencetak calon wirausahan baru melalui PKW di LKP Senam Pesona berikutnya.
“Semoga setelah ini kami masih dipercaya untuk mengadakan PKW lagi, karena kami ingin anak-anak kita tidak ada yang jadi pengangguran. Kami ingin mereka bisa untuk menghidupi diri sendiri, bahkan bisa juga untuk membantu keluarganya meskipun belum memiliki kesempatan untuk lanjut bersekolah maupun mendapatkan pekerjaan diluar sana,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Formal (PNF), Reni Bafita mengapresiasi LKP Senam Pesona yang telah bersedia menjadi wadah untuk dilaksanakannya PKW selama 3 tahun berturut-turut.
“Kami ucapkan terimakasih kepada LKP Pesona yang telah membantu anak-anak yang bisa dikatakan putus sekolah, untuk mendapatkan keahlian yang dilakukan saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di tahun 2024, ada sebanyak 13 LKP di Kota Pekanbaru, baik itu PKK maupun PKW.
“Tahun ini, kurang lebih ada 13 LKP yang telah melaksanakan, baik itu PKK maupun PKW dengan masing-masing keahlian yang diadakan LKP tersebut,” ucapnya.
Selanjutnya, Ketua RT003/RW016, Husni Tamrin mengaku bangga atas kinerja LKP Senam Pesona yang telah memberikan pendidikan bagi calon wirausahawan.
“Senam pesona ini adalah lembaga yang paling kami andalkan dalam mencetak anak didik untuk mampu berdiri di kaki sendiri. Apalagi saat ini persaingan di dunia kerja semakin sulit,” katanya saat memberikan kata sambutan.
Husni berharap, program pelatihan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya agar LKP Senam Pesona dapat terus mencetak anak-anak muda yang siap dalam menghadapi tantangan dimasa yang akan mendatang.
“Dengan anak-anak kita punya skill, akan muncullah lapangan kerja yang baru. Sehingga seharusnya kita melamar ke orang, justru malah kita yang menerima orang. Jadi saya berharap, semoga pelatihan ini akan terus berlanjut, agar generasi muda kita siap bersaing, tidak hanya sesama anak muda di Indonesia saja, melainkan dengan anak-anak dari negara lain. Karena sudah saatnya kita mempersiapkan diri menjemput Indonesia Emas 2045,” ujar Husni.
Sementara itu, Fitra, selaku peserta pelatihan mengaku senang selama menjalani pelatihan di LKP Senam Pesona.
“Saya sangat senang dan sangat berterimakasih kepada para pengajar saya, karena disini pengajarnya tulus dan sabar dalam mengajari kami yang dari tidak tau apa-apa hingga bisa menangani pasien secara langsung,” terangnya.
Baginya, ternyata praktek langsung di lapangan tidak sesulit apa yang ia bayangkan selama ini.
“Pertama kali saya megang pasien itu di FaveHotel. Jujur, awal mulanya saya gugup sekali. Tapi dengan semangat yang diberikan oleh para pengajar, saya cobalah memberanikan diri. Selama 45 menit saya praktekkan apa yang telah diajarkan. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, dan apa yang terjadi tidak semenakutkan yang saya bayangkan,” bebernya kepada para hadirin saat memberikan testimoni selama mengikuti pelatihan. ***