BAGANSIAPIAPI - Melihat potensi kebakaran hutan dan lahan yang semakin menjadi-jadi, Bupati Rokan Hilir, Suyatno.A.Mp mempersilakan kepada para datuk penghulu khususnya yang berada di daerah rawan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) menggunakan dana ADD untuk membeli alat pemadam kebakaran seperti mesin pompa dan pembuatan kanal blocking.

Hal itu disampaikan Bupati Rokan Hilir. H.Suyatno usai menghadiri acara pengurus pelantikan pengurus PGRI Cabang Simpang Kanan yang berlokasi di Yayasan Datuk Paduka (YDPP).

Bupati mengatakan, dana ADD boleh dipakai untuk membeli alat pemadam kebakaran dan pembuatan kanal blocking khususnya didaerah yang rawan karlahut dengan kesepakatan antara penghulu dan pengurus masyarakat lainnya.

''Saya baru pulang dari Jakarta dan sudah berkonsultasi dengan menteri Kehutanan Siti Nurbaya. Dia menginformasikan bahwa boleh-boleh saja menggunakan dana ADD untuk membeli alat pemadam kebakaran dengan catatan untuk daerah yang rawan karlahut,'' katanya.

Bupati juga meminta kepada seluruh camat, datuk penghulu dan pengurus lainnya untuk mengontrol jalannya dana ADD, karena tahun ini ada peningkatan sementara untuk APBD tahun ini mengalami defisit nencapai Rp 812 Miliar. Namun hal itu tidak akan berpengaruh dana ADD, bahkan ADD malah meningkat.

''Pengurangan anggaran ini akibat imbas dari turunnya harga minyak dunia,'' terang Bupati.

Namun untuk mengantisipasi hal itu pemerintah telah mengambil sikap atau kebijakan yakni dengan meningkatkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

''Kita akan membuat beberapa trobosan disektor lain dan juga kita akan gali karena potensi yang ada di Rohil ini masih banyak seperti lahan diatas 25 hektar harus memiliki izin. Kita data kembali semua kebun masyarakat yang ada di Rohil," kata Bupati. (adv)