
PEKANBARU - Langit di atas Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (20/8/2016) malam, memerah akibat terbakarnya lahan milik masyarakat di sana. Setidaknya ada 30 hektar gambut sudah gosong oleh api.
Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto dan rombongan yang tiba di sana sekitar pukul 18.30 WIB, sempat mencoba masuk jauh lebih dalam ke lahan tersebut. Namun asap pekat dan angin kencang membuat upaya itu tak berhasil, ditambah minimnya penerangan.
Untuk itu, kepolisian terpaksa bermalam di sekitar lokasi ini. Setidaknya 70 personil Polres Bengkalis dan Polsek Pinggir, ditambah 1 SSK (satuan setingkat kompi) Brimob dari Pekanbaru ikut dikerahkan ke Tasik Serai.
"Kita nginap di sini. Jaga dan pantau saja supaya api tidak meluas, jadi besok pagi kita lanjutkan lagi," ungkap Brigjen Supriyanto, didampingi Kasat Brimob Kombes Pradah Pinunjul, Kabid Humas AKBP Guntur Aryo Tejo dan Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono.
Pantauan GoRiau.com, kobaran api membumbung tinggi memecah gelapnya malam. Kapolda memastikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Udara (TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin) untuk menerjunkan bantuan water bombing (Bom Air).
"Sudah 14 kali (water bombing). Besok pagi kita maksimalkan lagi pemadaman. Sekalian kita buat embung sementara untuk sumber air terdekat dengan titik api, soalnya air jauh sekali, alat kita tidak sanggup menjangkau," lanjut Kapolda kepada GoRiau.com.
Polda Riau juga sudah mengerahkan tiga unit mesin pemadaman ke Tasik Serai. "Alat yang di Pekanbaru sudah kita bawa ke sini, dan mudah-mudahan teratasi semuanya besok," yakin Kapolda di depan ratusan bawahannya.
Terpisah, Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono menjelaskan kalau area tersebut sudah terbakar sejak dua hari lalu. "Sudah dua hari kita di sini memadamkan. Anginya kencang dan cuaca panas, sehingga api dengan mudah menjalar," kata dia.
Bahkan lahan gambut di sini memiliki kedalaman hingga tujuh meter, jika tidak waspada bisa-bisa terperosok. "Jadi alat sulit masuk sehingga tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Kita juga sudah minta bantuan kepada pemerintah daerah," ucap Hadi.
Polres Bengkalis, sambung dia, juga akan melakukan penyelidikan terkait sebab musabab api, termasuk si pemilik lahan, apakah perorangan atau perusahaan. Karena tak jauh dari sana, ada lahan perusahaan besar, PT Arara Abadi.
"Informasinya ini lahan milik perorangan. Penyelidikan akan kita lakukan dan kembangkan lebih jauh," tegas Hadi Wicaksono. Bahkan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau juga akan dilibatkan untuk mengusut ini. ***