
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau gencar melaksanakan penyelidikan pasca terdeteksinya satu keluarga di Pekanbaru yang diduga sudah bergabung dengan kelompok Islamic State of Irak and Syria (ISIS). Intelijen juga memantau orang-orang yang diduga melakukan pergerakan terkait paham ini. Bahkan Polda Riau juga menggandeng Ponpes dan tokoh agama dalam seruan menolak ISIS.
Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Riau, Kombes Djati Witoyo melalui Kabid Humas, AKBP Guntur Aryo Tejo, Senin (6/7/2015) sore memastikan, bahwa kepolisian terus memantau pergerakan mereka yang diduga bergabung dengan ISIS.
Pengawasan dilakukan guna memperketat pergerakan setiap kegiatan, termasuk yang berhubungan dengan ISIS. Ini dilakukan agar orang yang sudah bergabung, tidak mudah mendoktrin dan melakukan penyebaran faham tersebut kepada masyarakat.
"Selama ini kita sudah gandeng ulama dan seluruh lapisan masyarakat terkait pencegahan ISIS di Riau. Sekarang setelah kita deteksi, kita kembali mengajak MUI dan semua elemen masyarakat, untuk membantu kita menolak ajakan jihad seperti itu," urainya.Â
Pihaknya, sambung Guntur, juga sudah melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan para pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Pekanbaru dan kabupaten Siak, sebagai langkah antisipasi masuknya ISIS. "Ini juga dihadiri Kandepag Riau, Ketua Mesjid Agung Annur, Pimpinan Ponpes, para Da'I, dan sejumlah anggota DPRD," sebutnya.
Dalam pertemuan ini, Polda Riau mengajak seluruh kalangan untuk tidak terlibat dalam organisasi radikal dan anti Pancasila. "Kita mendapat dukungan dan respon yang baik dari pihak tokoh agama dan masyarakat sebagai langkah menolak paham ISIS," tutup Guntur.
"Semua lapisan baik pemerintah, organisasi, MUI, tokoh agama, tokoh pemuda dan sebagainya termasuk Kepolisian, harus hadir ditengah masyarakat untuk menangkal faham radikal yang membahayakan bagi masyarakat dan negara," tukasnya.
Sebelumnya, Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Riau, mendeteksi adanya warga Pekanbaru yang bergabung dengan kelompok radikal ISIS (Islamic State of Irak and Syria). Mereka terdiri dari satu keluarga yang pernah menetap di kecamatan Tampan Pekanbaru. Mereka terdiri dari suami bernisial TB, istrinya YB dan anaknya MJ. (had)