PERAWANG, GORIAU.COM - Riky Hariansyah ST, Koordinator Pemenangan Pasangan Ir HM Lukman Edy M.Si. dan Suryadi Khusaini untuk Wilayah Kabupaten Siak dan Pelalawan, mengatakan bahwa kalau Kris (Kartu Riau Sejahtera) tersebar secara luas, ia optimistis pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB itu akan mampu meraup dukungan 50 persen suara di kedua daerah pada Pilgubri 2013.

''Saya melihat kuncinya di kartu ini,'' kata Riky ketika berorasi di KM 4 Pasar Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, belum lama ini. ''Karena di sinilah sebenarnya tercakup semua jawaban terhadap sejumlah persoalan yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat Provinsi Riau,'' kata politisi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) itu.

Di dalam Kris itu, selain memuat program-program pasangan yang akrab disapa dengan Lurus yang terangkum dalam 4 Pilar itu, juga berisikan carikan kartu yang bisa ditukar di kantor-kantor desa bila kelak pasangan Lurus memang di ajang Pilgub (Pemilihan Gubernur) Riau 2013. Kalau kelak sudah ditukarkan, kartu itu akan diganti berbentuk kartu ATM, yang di dalamnya memuat sejumlah fasilitas untuk masyarakat Riau.

Antara lain, berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, pendidikan kesarjanaan gratis bagi semua anak Riau, program bantuan dana Rp2 miliar/desa/tahun anggaran, dan alokasi lahan kebun masing-masing 2 hektar untuk tiap KK (kepala keluarga) miskin.

''Kalau bicara soal kepentingan rakyat banyak dan upaya mengangkat perekonomian masyarakat miskin, saya pikir jawabannya ada di Kris itu,'' terang anggota DPRD Riau itu. Dijelaskan, hampir semua masyarakat Riau memiliki keinginan yang kuat untuk terbebas dari kemiskinan. ''Tapi mereka tak punya daya dan kekuatan untuk itu,'' tambahnya.

Dalam konteks persoalan seperti ini, sambung putera mantan Bupati Siak H. Arwin AS SH tersebut, sangat diperlukan intervensi pemerintah melalui pola dan program yang jelas dan terukur. ''Kalau bantuannya hanya diberikan setengah-setengah, saya malah mencemaskan tidak akan mencapai sasaran''. Ia menyebut contoh bantuan lahan kebun, kalau sekadar bantuan lahan dan bibit saja, sementara biaya-biaya lain tak diberikan, ''Jangan-jangan nanti niatnya tidak kesampaian.''

Begitu pun program pendidikan kesarjanaan gratis bagi semua anak Riau, dalam pandangan Riky, merupakan jawaban yang tepat untuk menyiapkan SDM (sumber daya manusia) Riau ke depan yang berkualitas. ''Kita juga harus sedari dini menyiapkan langkah-langkah antisipasi kalau semua potensi SDA (sumber daya manusia) yang selama ini menjadi andalan Riau sudah terkuras habis,'' terangnya.

Persoalannya, sambung Riky, di tengah kesadaran sebagian besar masyarakat Riau makin membaik tentang pendidikan, tidak ditopang kemampuan ekonomi sebagian keluarga untuk menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang pendidikan tinggi. ''Karena APBD Riau cukup besar dan dinilai mampu mendukung program itu, saya pikir program tersebut sangat meyentuh kepentingan masyarakat banyak,'' tambahnya.

Termasuk program bantuan dana Rp2 miliar/desa/tahun, dijelaskan Riky, diharapkan akan mampu menjawab stagnasi pemerintahan desa selama ini, yang sangat berharap kucuran dana dari atas untuk menggerakkan kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan. ''Sebagai ujung tombak pemerintahan, memang sudah saatnya pemerintahan desa diberi dana yang cukup besar untuk lebih mendinamisasi kegiatan di pedesaan,'' sambungnya.

Karena merupakan rangkaian program yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat banyak, menurut Riky, Kris itu harus disebarkan secara luas untuk diketahui oleh anggota masyarakat Riau sebanyak mungkin. ''Apalagi Pak Lukman Edy sudah menjanjikan akan siap dituntut secara hukum bila program-program yang ia gelindingkan tidak dilaksanakan bila kelak terpilih,'' katanya. (rls)