MALAM itu, sekitar satu tahun lalu, sepasang suami istri di Senapelan, Pekanbaru, Riau, duduk bercengkrama dengan raut muka serius. Sesekali dahi sang suami mengernyit sembari menyeruput sunguhan kopi racikan istrinya.

Detak jarum jam dinding malam itu juga terdengar sesekali memecah konsentrasi pasutri muda itu. "Mau usaha apa lagi," kata Rahmi (26) mengulang pertanyaan yang pernah dilontarkan suaminya, Ryan (30), saat diminta wartawan menceritakan pengalamannya memulai usaha.

Saat itu, mereka masih memikirkan bagaimana caranya agar bisa bertahan hidup di saat kota ini berminggu-minggu menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Satu tahun lebih delapan bulan, gempuran pandemi Covid-19 ikut memporak-porandakan ekonomi keluarga kecil Ryan dan istrinya, Rahmi (26). Namun kondisi terparah dialami mereka saat diberlakukan PPKM Level 4 di Pekanbaru.

Kondisi ini lah yang mendorong Rahmi, yang sebelumnya hanya ibu rumah tangga biasa, akhirnya memberanikan diri untuk membuka usaha rumahan bersama suaminya.

Bersama sang suami, ia merintis usaha minuman kopi susu berbagai varian rasa yang diberi nama @Jaykoff. Usaha barunya ini sengaja dirintis dengan memanfaatkan layanan pesan-antar makanan dari Gojek, GoFood.

GoRiau Produk kopi susu Jaykoff.
Produk kopi susu Jaykoff.
"Sebelumnya saya punya usaha jasa kreasi seserahan, tapi penghasilannya berkurang sejak pandemi. Apalagi saat itu, ada larangan menggelar acara maupun pesta yang dikhawatirkan menimbulkan kerumunan. Saya sempat berpikir gimana ini, sementara kebutuhan hidup sehari-hari terus meningkat dan harus terpenuhi. Saya dan suami mencoba untuk membuka usaha minuman kopi susu dan mendaftarkan usaha ini ke GoFood agar mudah dijangkau customer," Rahmi menceritakan kisah hidupnya selama pandemi saat ditemui di spot Jaykoff, Jalan Kapur Ruko Nomor 4, Kamis (18/11/2021).

Beruntungnya, kata Rahmi, proses pendaftaran GoFood sangat mudah dan aplikasinya mudah dioperasikan. Saat itu, Rahmi terus mengecek status pendaftaran outletnya apakah sudah diterima. "Saya daftarkan outlet saya di GoFood, prosesnya ternyata juga mudah dan nggak ribet," jelasnya.

Setelah sukses merintis usaha kopi susu, Rahmi kemudian menambah menu-menu lain di outletnya. Yang terbaru, ia menjual mie dengan berbagai topping, sebagai pelengkap minuman kopi susu andalannya. Menurutnya, perpaduan kopi susu dan mie ini sangat cocok untuk dinikmati saat bersantai atau pun work from home (WFH).

GoRiau Aplikasi GoFood.
Aplikasi GoFood.
"Alhamdulillah, orderan lancar. Dengan memanfaatkan GoFood dan sosial media, usaha yang kami rintis dari nol ini kebanjiran orderan. Bahkan saat PPKM, orderan GoFood semakin banyak. Hingga akhirnya, saat ini kami dapat membuat stan dan berjualan di depan ruko sendiri," jelasnya.

Agar usahanya terus berkembang, ia berharap GoFood lebih banyak lagi memberikan promosi atau diskon, agar masyarakat semakin sering order makanan melalui GoFood.

GoRiau Suasana malam di stan Jaykoff
Suasana malam di stan Jaykoff saat PPKM telah berakhir.
"Promo-promo yang diberikan GoFood kepada customer itu sangat membantu dan berpengaruh dalam meningkatkan orderan di outlet kami. Contohnya promo-promo gratis ongkir itu," imbuhnya.

Kisah Rahmi dan keluarga itu, juga dialami ribuan orang di Riau guna terhindar dari kebangkrutan ekonomi keluarga akibat pandemi Covid-19. Saat PPKM, banyak usaha harus tutup sebagian, bahkan ada yang tutup total. Dampaknya sebagian karyawan dirumahkan, dan sebagian juga di-PHK.

Kehilangan Pekerjaan

Berdasarkan metadata yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, pada periode Agustus 2021 di Riau, terdapat 360.200 orang penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 termasuk yang hilang pekerjaan.

"Sekitar 7,11 persen penduduk usia kerja di Riau terdampak Covid-19, angkanya 360.200 orang," kata Kepala BPS Riau, Misfaruddin.

Jumlah tersebut, lanjut Misfaruddin terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 34.890 orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 11.410 orang.

Kemudian, penduduk yang sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 18.260 orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid- 19 sebanyak 295.64 orang.

"Persentase penduduk yang setengah penganggur turun sebesar 1,92 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,24 persen poin dibandingkan Agustus 2020," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Riau, Jonli mengungkapkan, sejak pandemi virus Corona Disease (Covid-19) melanda Indonesia, khususnya Riau, telah berdampak besar bagi dunia usaha. Sejumlah perusahaan dan badan usaha memilih mengurangi biaya operasional selama pandemi. Salah satunya dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan merumahkan sebagian karyawan akibat menurunnya omset, pendapatan dan keuntungan perusahaan.

'Ada 4.823 pekerja yang melaporkan telah dirumahkan perusahaan dan badan usaha,'' ujar Jonli, Selasa (12/5/2021). Selain merumahkan karyawan, jumlah tenaga kerja yang di PHK juga bertambah jadi 399 orang. "Ini laporan dari 116 badan usaha yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja," tegasnya.

Optimisme Lewat Digital

Meski pandemi sempat menghancurkan ekonomi Indonesia dan Riau, namun harapan dan optimisme terus dikobarkan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar. Ia mengatakan, upaya membangkitkan, terutama untuk sektor parekraf dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bisa melalui kreativitas pemanfaatan teknologi digital.

"Kita bisa memanfaatkan teknologi digital yang tersedia saat ini. Kita sudah bisa berkreativitas, berjualan lagi. Namun, wajib dengan protokol kesehatan yang juga harus kita perhatikan," kata Gubri Syamsuar, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Roni Rakhmat pada audiensi bersama para pelaku parekraf dan UMKM bertempat di destinasi wisata Tangsi Belanda, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, pada Selasa (12/10/2021).

Dengan digitalisasi maupun teknologi informasi, tambahnya, tentunya semua boleh ikut memanfaatkannya. Tentunya ini untuk hal-hal yang positif. ''Perkembangan teknologi saat ini memberikan kesempatan pelaku parekraf dan UMKM untuk menunjukkan kreativitas. Kami hari ini datang untuk memberikan motivasi, karena kami juga lagi menggerakkan ekonomi kreatif," ucapnya.

Gubernur Riau menyatakan siap membantu mempromosikan produk-produk UMKM. Ia berpesan agar produk yang dihasilkan jangan hanya dipromosikan di Riau saja. Tapi harus bisa dipromosikan ke daerah lain.

GoFood Bangkitkan UMKM Kuliner

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan bahwa sejak pandemi ini, tercatat ada 250 ribu mitra baru yang mendaftar GoFood. Bahkan, sekitar 80 persen diantaranya merupakan mitra yang baru pertama kali membuka usaha kuliner.

“Sejak ada pandemi corona sampai sekarang, ada 250 ribu mitra GoFood baru. Sekitar 80 persen pemilik bisnis pertama,” kata Catherine.

Selain itu, Catherine menyebutkan, jumlah pelanggan baru GoFood bertambah sebanyak 10.000 pelanggan setiap harinya.

"Trafik dan pelanggan baru itu naik. Kami memang menargetkan dari jumlah pelanggan baru dan trafiknya," jelasnya.

Belum lama ini juga, GoFood menyelenggarakan GoFoodieland, festival kuliner UMKM virtual terbesar di Indonesia yang menghadirkan 30.000 mitra UMKM.

Hadir di sembilan kota, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Medan, Bali, Palembang, GoFoodieland bagian dari untuk mendukung mitra UMKM lokal terus tumbuh di tengah pandemi.

"Melalui GoFoodieland, pelanggan tidak hanya dapat mengakses puluhan ribu ragam kuliner nikmat, tapi mereka juga dapat merasakan serunya menjelajah kuliner di tengah suasana festival melalui sejumlah aktivitas seru yang menghibur," kata Global Head Marketing GoFood, Ichmeralda Rahman.

Gojek berkomitmen untuk selalu menghadirkan solusi guna memecahkan masalah yang masyarakat hadapi sehari-hari, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup jutaan masyarakat pengguna aplikasi Gojek di Asia Tenggara, khususnya di sektor informal dan UMKM.

Semoga dengan dukungan teknologi seperti GoJek dan GoFood, ratusan ribu usaha yang sempat terdampak pandemi di Indonesia bisa bangkit. ***