
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Walaupun pembangunan jembatan poros sudah dianggarkan dalam APBD Tahun 2015, namun beberapa warga terpaksa mengumpulkan dana berswadaya memperbaiki jembatan poros di Desa Suak Temenggung Kecamatan Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir. Penyebabnya, kondisi jembatan semakin parah tambahan lagi lelang proyek belum kunjung dilaksanakan.
''Kita meminta SKPD tidak lamban meninjau secara langsung kondisi infrastruktur jembatan yang menjadi kepentingan masyarakat banyak. Swadaya ini hanya sebatas memperbaiki kondisi jembatan agar tidak terlalu parah. Namun agar bertahan lama, membutuhkan biaya besar,'' kata Anggota DPRD Rohil, Krismanto yang langsung terjun ke lokasi jembatan yang sedang diperbaiki warga.
Jembatan berukuran 5 x 9 meter tersebut merupakan jembatan urat nadi bagi masyarakat yang melintasi jalan poros itu. Krismanto mengaku kecewa karena tender proyek hingga saat ini belum dilaksanakan.
Selama jembatan itu masih terdiri dari batang kelapa, sering terjadi kecelakaan. Beberapa ada yang jatuh ke sungai berikut motor yang dikendarainya. Warga secara swadaya mulai memperbaiki jembatan secara bersama dengan menyumbangkan material dan juga tenaga.
Krismanto memahami, infrastruktur adalah tugas pemerintah. Namun warga juga mencintai negeri ini dan tidak cukup terus mengeluh. Dengan berswadaya kita bisa merawat negeri ini bersama-sama. ''Kalau bukan kita siapa lagi,'' ujarnya. (amr)