
DURI, GORIAU.COM - Seorang bayi laki-laki yang lahir tanggal 23 Agustus 2015 lalu di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, saat ini membutuhkan pertolongan medis dan non medis.
Rafardan Asala lahir secara normal dengan bantuan seorang bidan. Sebagaimana mestinya seorang bayi yang lahir, Rafardan pun menangis dan seperti bayi normal lainnya. Namun setelah 10 hari kemudian, ada hal-hal aneh yang terjadi.
"Awalnya, buah zakar anak saya bengkak dan badannya panas. Lalu saya bawa ke RSUD Duri untuk diperiksakan, menggunakan Jamkesmasda. Setelah dilakukan pengecekan, anak saya mengalami kelainan ginjal," ujar Eka Karnika ibu dari Rafardan Asla menceritakan kepada GoRiau.com, Senin (5/10/2015) pagi.
Setelah keluar diagnosa dokter, lanjutnya, perut Rafardan pun membesar dan keras. Lantas dokter di RSUD Duri merujuk Rafardan ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru. Diagnosa dokter di RSUD Arifin Achmad, Rafardan mengalami penyumbatan antara kantong kemis dengan batang penisnya.
"Saat kami berobat di RSUD Duri dan RSUD Arifin Achmad, tidak bayar. Obatnya juga tak bayar, menggunakan Jamkesmasda," ulasnya lagi, mengatakan pada Hari Kamis (1/10/2015) Rafardan kembali ke rumahnya Jalan Bhakti Gang Arjuna, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau.
Karena kondisi Rafardan tak kunjung membaik, sambungnya, dari saran kerabat dekat, Rafardan pun dilarikan ke Rumah Sakit M Jamil, Padang, Sumatera Barat, Minggu (4/10/2015). Hal yang sama juga dikatakan oleh dokter di RS M Gamil Padang, Rafardan mengalami kelainan ginjal. Sehingga menyebabkan perutnya membengkak.
"Setelah mendapatkan perawatan di RS M Jamil, kondisi perut Rafardan yang membengkak sudah mulai mengecil dan lunak. Dimana sebelumnya perut Rafardan keras. Saat ini, untuk buang air kecil, Rafardan menggunakan kateter," kata sang ibu melalui sambungan telepon selulernya.
Rafaerdan merupakan anak kedua dari pasangan Jarianto dan Eka Karnika. Sang ayah bekerja sebagai buruh di Kecamatan Mandau. Saat ini, sang bayi (Rafardan, red) membutuhkan pertolongan medis dan juga uluran tangan dermawan, agar Rafardan bisa tersenyum seperti anak normal lainnya.
"Kami membawa Rafardan ke RS M Jamil Padang menggunakan dana pribadi. Belum ada bantuan dari pihak mana pun," tutup Eka Karnika menjelasakan kepada GoRiau.com.(ric)