
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, Edi Syarifuddin 'melampiaskan' kekecewaannya terhadap pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu di Provinsi Riau pada Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan Pemilu, di Hotel Mutiara Merdeka, Jalan Yos Sudarso, Pekanbaru, Riau, Kamis (15/5/2014).
Banyaknya kecurangan dan 'kebobrokan' yang terjadi, baik dari parpol, caleg, tim sukses, saksi hingga petugas pengawas yang juga diduga banyak ikut terlibat. Bahkan dikatakannya, masyarakat yang seharusnya menjadi peserta pemilu didominasi memilih berdasarkan 'ajakan'.
Terlebih kepada money politic atau politik uang yang 'menyerang' masyarakat tidak sedikit dijumpai. "Bangsa kita bangsa yang miskin, dikasih Rp100 ribu mau mencederai pemilu," kata Edi dengan nada kecewa.
Dilanjutkannya, jika bicara dari hati nurani, pasti semua warga Indonesia menginginkan pemilu bersih. Warga juga pasti tidak ingin merusak secara sengaja dan lepas untuk mencederai pemilu.
"Kita boleh saja bodoh, tapi jangan mau dibodohi. Apa guna pintar kalau baling-baling. Bekerjasama untuk mencederai pemilu," tambahnya.***