SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ishak Izrai, mengatakan akhir-akhir ini wisatawan dari Malaysia sangat sedikit ke Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal ini merupakan dampak dari dihentinya operasional ferry yang Meranti - Malaysia maupun sebaliknya.


Sebagaimana disampaikan Kepulauan Meranti, Ishak Izrai, didampingi Sekretarisnya, Ismail Arsyad, kepada wartawan. Mereka menjelaskan dengan tidak ada lagi kapal melayani pelayaran langsung Selatpanjang menuju Malaysia maupun sebaliknya dapat mengurangi wisatawan ke Meranti.
"Tentu berdampak pada jumlah wisatawan yang berkunjung ke Meranti. Wisatawan Malaysia tercatat yang cukup ramai berkunjung. Ini dikarenakan faktor kesamaan budaya, yakni Melayu dan Tionghoa," ujar Ishak, Selasa (13/5/2014).
Ditambahkan Ishak pula, warga Tionghoa Malaysia merupakan wisatawan paling ramai yang berkunjung ke Meranti. Apalagi menjelang perayaan imlek, ataupun mereka sekedar mengunjungi makam nenek moyang.
Saat ini masyarakat Kepulauan Meranti yang ingin berpergian ke Malaysia harus transit terlebih dahulu di Kabupaten Tanjungbalai Karimun menuju Kukup atau ke Kabupaten Bengkalis menuju Malaka. Tentunya dampak ini tidak hanya dirasakan oleh wisatawan, tapi juga masyarakat Kepulauan Meranti yang banyak bekerja sebagai TKI di Malaysia.(zal)