
PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menargetkan 1 juta relawan se Indonesia untuk mengawasi Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Untuk di Provinsi Riau sendiri, ditargetkan 24 ribu relawan dari 12 Kabupaten Kota yang ada di Riau.
Demikian disampaikan Rusidi Rusdan, Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Bawaslu Provinsi Riau, kepada GoRiau.com, di Pekanbaru, Minggu (8/12/2013).
"Nanti kita akan merekrut 1 juta relawan pengawas Pemilu. Itu kita harapkan dari kawan-kawan mahasiswa dan pemilih pemula kemudian diharapkan seluruh akademika bisa berpartisipasi dalam pengawasan pemilu dan menjadi semacam gerakan bersama," kata Rusidi Rusdan kepada GoRiau.com.
Dikatakan Rusidi lagi, salah satu alasan dipilihnya mahasiswa untuk menjadi relawan pengawas pemilu karena mahasiswa mempunyai banyak waktu luang untuk memantau dan mengawasi tahapan pemilu legislatif April mendatang.
Sementara untuk bisa mencapai target 24 ribu relawan se Riau itu, Bawaslu Riau gencar melakukan diskusi publik dengan menargetkan 3 kampus besar di Pekanbaru (UNRI, UIR, dan Tabrani Rab). Selain itu Bawaslu juga melakukan sosialisasi pengawasan pemilu bagi media massa dan ormas.
"Nanti setelah itu ada sosialisasi kepada pemilih pemula di sekolah-skolah untuk menjadi relawan mereka nanti akan mendaftar dan bisa melihat hasil pendaftaran di Panwaslu terdekat," kata Rusidi pula.
Kemudian dikatakan lagi, relawan ini akan dilaunching tanggal 12 Desember 2013 di Gedung Juang, Pekanbaru. Bawaslu akan mengundang kampus-kampus yang bekerjasama dan dijadikan Icon yaitu UIN, UNRI, UIR, dan UMRI.
"Mereka akan menjadi icon kita untuk merekrut relawan pengawas pemilu, launcingnya kamis menghadirkan pimpinan bawaslu RI," ujar Rusidi.
Sebelumnya, divisi pengawasan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Riau, Fitri Heriyanti, mengatakan diskusi publik ini berusahaa untuk menjaring partisipasi masyarakat, memberikan informasi bahwa pengawas pemilu juga peduli dan untuk memberikan pencerdasan kepada masyarakat. Kegiatan yang bersifat sharing informasi ini diharapkan dapat menggali aspirasi dari masyarakat.
"Harapan Ketika semua orang sudah mengetahui ada beberapa regulasi yang sangat krusial. Sekarang sudah mulai berjalan tahapan kampanye, dan nantinya ada tahapan dana kampanye, pemungutan dan penghitungan, itukan momentum yang luar biasa yang seharusnya diketahui masyarakat luas," kata Fitri Heriyanti.(zal)