TELUKKUANTAN - Kebijakan yang diambil Mursini - Halim untuk tidak mentenderkan paket pembangunan lima sekolah dinilai sebagai upaya untuk mengkebiri pendidikan di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kuansing, Sastra Febriawan, Rabu (15/6/2016) siang di Telukkuantan. Pembangunan lima sekolah tersebut sudah merupakan aspirasi masyarakat melalui Musrenbang.

"Selagi kita bisa membangun, kenapa tidak. Apalagi, pembangunan ini merupakan keinginan masyarakat. Lagian, ini sudah dianggarkan," ujar Sastra.

Pembangunan sekolah merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kuansing. Tentunya, lanjut dia, kondisi ini sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan Mursini di berbagai kesempatan. "Percuma berkoar-koar untuk meningkatkan kualitas SDM."

"Sedangkan masyarakat untuk memperoleh sekolah yang representatif tidak bisa," lanjut Sastra. Seperti SMA Negeri 1 Cerenti, seluruh masyarakat memanfaatkan ruangan yang over kapasitas. "Makanya perlu pembangunan kelas jauh."

"Sebelum ini dianggarkan, tim sudah melakukan kajian. Setelah dikaji, baru disahkan oleh DPRD," terang Sastra.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Kuansing membatalkan pembangunan lima sekolah yakni RKB SMKN Sentajo Raya, RKB SMAN Kelas Jauh Cerenti, Rehabilitasi SMAN 1 Telukkuantan, Revitalisasi SMAN 1 Pangean dan pembangunan Gedung Serbaguna SMAN 1 Kuantan Hilir.***