
DURI - Gerah dengan berbagai kejanggalan yang terjadi di Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau warga angkat bicara. Sejumlah proyek ADD dan inbup yang dinilai bermasalah dipaparkan agar bisa menjadi perhatian pihak terkait.
Kepada sejumlah media dan juga GoRiau.com (GoNews Grup), Senin (21/11/2016) warga setempat, Syamsuar SP dan Suliki Raihimi, SSI mengutarakan kejanggalan proyek pembangunan di Desanya.
Menurut Syamsuar proyek yang jelas-jelas aneh dan menjadi ganjalan warga seperti proyek semenisasi Jalan Pusara RT 02 RW 01 dengan volume 193x3x0,15 meter. Proyek yang didanai ADD itu dianggarkan Rp 154.678.614
Hebatnya lagi dengan proyek yang sama semenisasi tapi volume jauh berkurang yakni 58x2x0,15 meter, malah anggaran mencapai Rp 168 juta. Tapi dianggarkan melalui dana Inbup.
"Proyeknya sama semenisasi, tapi kok bisa dana proyek yang volumenya lebih kecil dananya malah besar," jelas Syamsuar yang juga tokoh LAM setempat.
Baca Juga: Salahgunakan ADD Kepala Desa Bisa Dijerat 2 Pasal
Tidak hanya, proyek pembangunan pagar mushala Suhadah di divisi 2 PT Adei sebesar Rp 22 juta malah juga dibantu dengan dana ADD. Padahal lebih banyak proyek yang bisa dibantu untuk masyarakat.
"Herannya kok bisa ADD dibantu untuk komplek di perusahaan PT Adei. Harusnya perusahaan yang bantu kita melalui dana CSR nya. Tapi kok malah dana ADD dianggarkan untuk perusahaan," tambah Suliki Raihimi yang juga pengurus KNPI DPD Bengkalis.
Baca Juga: Perangkat Desa Ternyata Otak Perampok Dana ADD Sungai Linau
Yang lebih menyakitkan warga, adanya proyek pemasangan tiang listrik di Jalan Pungut 4. Tiang listrik yang didirikan di atas lahan warga itu tidak didudukan bersama warga dan seenaknya menumbangkan pohon sawit warga.
"Banyak masalahnya proyek yang dijalankan di Desa kami ini. Ini karena sudah penuh saja, makanya kami ungkapkan. Mudah-mudahan ada solusi dari proyek pembangunan di Desa kami ini. Jangan sampai melampau betullah," sesal Syamsuar. *** #BENGKALIS