
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Sedih memang nasib para atlet di Negeri Seribu Parit ini, keberadaan mereka yang kerjanya mengahrumkan nama Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) malah tidak mendapatkan perhatian sama sekali, sampai-sampai untuk latihan rutin saja harus menggunakan lapangan milik orang lain.
Seperti yang diungkapkan salah satu atlet sepak takraw di Inhil, Juliansyah kepada GoRiau.com, Selasa (17/2/2015) bahwa baik dari pihak KONI maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil sama sekali tidak memberikan sikap peduli kepada atlet-atlet di Inhil.
''Saya sudah 10 tahun menekuni sepak takraw, selama itu pula sebagai atlet merasa tersisih dan terbuang,'' ujar Juliansyah.
Dikatakannya, sebagai atlet dirinya tidak berharap banyak, hanya saja ia meminta Pemkab melalui Dinas Olahraga Inhil bersedia menyediakan lapangan kusus untuk ia dan teman-temannya berlatih, karena selama ini dikatakannya mereka berlatih di tempat yang berbeda-beda.
''Kadang di lapangan gajah mada, kalau banjir numpang di lapangan kampus Unisi, tapi kalau lapangan mereka di pakai ya kita tidak bisa pinjam juga,'' ujar pria yang telah menerima beberapa medali ini.
Selain itu, ia juga meminta Pemkab menyediakan pelatih yang profesional, yang memiliki sertifikat pelatih sehingga para atlet juga dapat mendapatkan tambahan ilmu yang dibutuhkan.
''Prestasi atlet-atelt di sini juga semakin menurun, itu akibat sikap acuh tak acuh pihak terkait, jadi saya berharap Pemerintah mau membuka mata dan telinga untuk lebih memperhatikan dunia perolahragaan di Inhil,'' harap Juliansyah.(ayu)