DURI - Provinsi Riau, sudah melakukan seleksi ketat untuk menentukan altlet aeromodeling yang akan dibawa ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat (Jabar) 2016 pada September nanti. Arlen Verta Ramadhan pelajar kelas 8G SMP Cendana Duri, masuk sebagai salah satu atlet mewakili Riau dari empat atlet terpilih lainnya.

Prestasi Arlen ini sangat membanggakan sekolah tempat ia belajar saat ini. Hal itu tidak dipungkiri Kepala Sekolah, Mazuardi MPd kepada GoRiau.com, Senin (18/4/2016) diruang kerjanya. Pihak sekolah, kata Mazuardi memberikan dukungan penuh kepada Arlen untuk berprestasi membawa nama Riau di kancah Nasional.

"Alhamdulillah, anak didik kita Arlen masuk salah satu atlet aeromodeling PON XIX 2016 nanti di nomor FAI F3R. Sebelumnya, dia juga sudah berprestasi pada Kejuaraan Nasional (kejurnas) Aeromodeling di Pati, Jawa Tengah Agustus 2015 lalu juara 2 dan pada pra PON bulan lalu ia meriah juara 3," kata Mazuardi.

Selanjutnya, Arlen Verta Ramadhani saat ditemui disekolahnya usai upacara bendera mengatakan untuk persiapan PON Jabar 2016 nanti, dirinya sudah mengikuti pelatihan di Yogyakarta pada Maret lalu.

"Untuk menjadi atlet ini, saya harus berani bertarung dengan atlet-atlet yang sudah berpengalaman dari berbagai kota di Jawa. Pada kejurnas tahun lalu, satu-satunya atlet wakil Riau yang bertarung seornag diri menghadapi atlet-atlet dari Sidoarjo, Surabaya, Bandung, Pati, Semarang, Salatiga, Kudus, Jakarta, Bogor dan beberapa daerah lainnya," papar Arlen.

Menurut Arlen, olahraga aeromodeling ini memang memerlukan biaya yang besar. Namun ia senang, karena dapat meningkatkan kreatifitas dirinya. Diusianya yang masih sangat muda, Arlen tidak pernah ragu untuk bertarung dengan atlet senior dari daerah lain.

"Karena setiap saya pergi tertanding, selalu ada papa saya yang mendampingi. Orangtua saya selalu menanamkan kejujuran kepada saya untuk setiap pertandingan. Agar saya memiliki usaha untuk belajar lagi dari kegagalan-kegagalan saya sebelumnya," tutur Arlen lagi.

Selain jago memainkan pesawat terbang remote kontrol, Arlen juga ternyata mendalami olahraga lainnya. Ia juga ingin menjadi atlet paralayang. Setiap sebulan sekali ia dan ayahnya harus keluar daerah untuk berlatih.

"Sekali sebulan itu pasti ada ijin sehari sekolah. Karena mau latihan paralayang diluar daerah. Kadang di Sumbar, Yogyakarta, Puncak dan daerah launnya yang memiliki bukit. Terimakasih buat sekolah dan orangtua yang sangat mendukung olahraga yang saat ini Arlen tekuti untuk menjadi atlet. Semoga Arlen bisa memberikan yang terbaik," tutupnya. (**/rha)