
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Rizka Utama, menyampaikan bahwa anggaran sosialisasi dan pemantauan Pemilu 2014 ini tidak besar, yakni hanya Rp300-an juta.
Karena menurutnya, sosialisasi Pemilu juga sudah dimulai sejak 2013 lalu. Untuk kali ini, sosialisasi akan ditujukan pada sektor-sektor yang dianggap belum tersentuh dan perlu dilakukan.
"Fokus anggaran itu lebih kepada pemantauan Pemilu, sementara untuk sosialisasi hanya dilekatkan pada sektor-sektor yang dirasa belum tersentu," kata Rizka Utama, Selasa (18/3/2014).
Sementara jika ada pelanggaran-pelanggaran saat berlangsungnya Pemilu, Rizka mengatakan sepenuhnya sudah diatur dalam peraturan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Masyarakat juga harus memantau dan melaporkan jika adanya bentuk pelanggaran-pelanggaran jelang dan saat berlangsungnya Pemilu," imbau Rizka.
Saat ditanyakan upaya untuk memperkecil jumlah peserta golongan putih (golput), Rizka menyebutkan bahwa jajarannya agar memaksimalkan upaya sosialisasi ini. Selain itu juga, dirinya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kesadaran sebagai peserta dan pemilik hak suara.
"Kita yang menentukan baik dan buruknya yang akan memimpin bangsa dan negara ke depan. Salah satunya lewat Pemilu ini, jadi gunakanlah hak pilih kita sebagai peserta," ujar Rizka.***