
PEKANBARU – Sinyal bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah daratan Pulau Sumatera kembali menguat. Pantauan satelit sensor suhu mendeteksi adanya lonjakan tajam titik panas atau hotspot, dimana Provinsi Riau mencatatkan angka temuan hingga ratusan titik api dalam tempo 24 jam terakhir.
Berdasarkan data rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru hingga Kamis (10/9/2026), sebaran hotspot merata di belasan kabupaten dan kota. Angka ini meningkat lebih dari seratus persen dibandingkan rekapitulasi hari sebelumnya.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P. memaparkan bahwa hingga pukul 23.00 WIB malam tadi, satelit berhasil mengunci ratusan titik yang berpotensi menjadi ancaman kabut asap jika tidak segera dimitigasi.
"Hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi 317 hotspot di Riau. Jumlah tersebut meningkat 167 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 150 hotspot," bebernya.
Dari total ratusan hotspot tersebut, wilayah Kabupaten Indragiri Hulu berada dalam kondisi paling rentan dengan menyumbang angka tertinggi. Berikut rincian sebaran 317 titik panas di wilayah Provinsi Riau:
Dalam teropong skala yang lebih luas, Pulau Sumatera tercatat dikepung oleh ribuan titik panas. Wilayah bagian selatan menjadi langganan penyumbang angka terbesar dengan temuan yang menembus ribuan titik api.
Adapun rincian sebaran 2.762 hotspot di daratan Sumatera adalah sebagai berikut:
Kemunculan ribuan hotspot ini menjadi alarm keras bagi otoritas pemadam dan penanggulangan bencana untuk memperketat patroli lapangan guna mencegah meluasnya luasan lahan yang terbakar. ***