
PEKANBARU, GORIAU.COM - Misi besar tengah diusung kontingen Jawa Timur dengan menargetkan meraih juara umum PON tiga kali berturut-turut. Target tersebut, secara tidak langsung mengancam tuan rumah Riau, yang juga sudah mematok gelar juara umum saat pelepasan kontingen di Gubernuran Riau beberapa hari lalu. Jawa Timur harus berjibaku dengan Riau yang menurunkan tim berjumlah besar.
Datang sebagai jawara dua kali PON berturut-turut, tim Jawa Timur pada PON XVIII 2012 di Provinsi Riau, memboyong kekuatan terbesar setelah tuan rumah. Jawa Timur diproyeksi mendulang emas di 36 cabang olahraga dari 39 cabor yang dipertandingan di PON XVIII.
"Kita mematok target juara umum sekaligus mencetat hattrik, sebagai daerah yang bisa meraih juara tiga kali berturut-turut. Memang tidak mudah karena kualitas atlet daerah lain sangat baik. Tapi, dengan persiapan yang telah kami lakukan selama ini, kami yakin target tersebut bisa diraih," kata Dhimam Abror Djuraid, Ketua Harian KONI Jatim di posko kontingen Jatim, Jalan Cemara, Pekanbaru, Kamis (6/9).
Jatim pertama kali menjadi juara umum ketika PON XVI Palembang tahun 2004. Mereka kembali mempertahankan saat PON berlangsung di Kalimatan Timur pada tahun 2008. Meski saat itu tuan rumah jor-joran membeli atlet berprestasi, namun Jatim berhasil mempertahankan dengan 149 emas, 113 perak dan 111 emas dengan total medali 363. Jatim berhasil mengunggulan dua pesaingnya, DKI dan Kalimatan Timur, yang berada di posisi dua dan tiga.
Dikatakannya, setidak-tidaknya, bobot prestasi di PON kali ini harus sama dengan bobot prestasi pada PON sebelumnya. Lagi pula, prestasi Pra PON dan beberapa kejurnas lainnya masih didominasi oleh atlet-atlet Jawa Timur. Potensi kekuatan itulah yang menjadi semangat untuk kembali meraih juara umum di Riau. Selain itu, Gubernur Jatim Soekarwo, dan segenap jajarannya terus berpartisipasi untuk memotivasi semua anggota kontingen. Bahkan, sebagai ketua kontingen, langsung dipegang oleh Gubernur.
"Dalam mencapai target, kita harus optimis. Potensi Jatim hingga kini masih kuat. Itu dapat dilihat pada beberapa prestasi Pra PON, kejurnas dan kejuaraan lainnya di masing-masing cabang olah raga. Mudah-mudahan, Jatim bisa pertahankan gelar untuk PON Riau," kata Dhimam.
Dari 39 Cabor yang dipertandingkan di PON Riau, dipecah menjadi 52 pertandingan, kontingen Jatim tidak mengikuti 3 pertandingan saja, yakni bridge, boling dan futsal. Selebihnya, Jatim pasang target emas. Dhimam menjelaskan cabor yang menjadi lumbung emas Jatim selama ini berada pada panahan, atletik, renang, loncat indah, panjat tebing, silat, wushu, selam, tenis meja dan aeromodeling. (*/rsc)