
WASHINGTON, GORIAU.COM - Â Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel kemarin mengatakan Departemen Pertahanan Amerika atau Pentagon bisa jadi akan menggerahkan pasukan untuk kemungkinan melakukan aksi militer terhadap Suriah, menyusul keprihatinan dunia internasional atas dugaan pemakaian senjata kimia di negara yang dilanda krisis lebih dari dua tahun itu.
Dalam perjalanannya menuju Malaysia, Hagel mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya telah memposisikan angkatan laut Amerika dalam mengantisipasi setiap keputusan Presiden Barack Obama untuk melakukan tindakan militer di Suriah, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (24/8).
''Departemen Pertahanan Amerika mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan segala pilihan bagi presiden atas semua kemungkinan yang ada,'' kata Hagel. ''Serta untuk keperluan terhadap posisi pasukan kami, posisi aset kami, agar mampu melaksanakan segala kemungkinan pilihan yang berbeda dari presiden.''
Namun, Hagel menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut terkait posisi kapal, pesawat atau pasukan Amerika, di mana pemerintahan Obama dilaporkan sedang memikirkan untuk menyerang dengan menggunakan rudal penjelajah terhadap pasukan Assad.
Sementara itu, seorang pejabat Pertahanan Angkatan Laut Amerika tidak disebutkan namanya dikabarkan akan memperluas kehadiran pasukannya di Laut Mediterania dengan kapal perang bersenjatakan empat rudal penjelajah akibat meningkatnya perang sipil di Suriah.
Obama mengatakan Washington harus berhati-hati terhadap intervensi asing yang sulit dan penuh resiko.
''Presiden telah meminta pilihan terhadap Departemen Pertahanan. Sudah seperti biasa, Departemen Pertahanan telah disiapkan untuk memberikan semua pilihan atas semua kemungkinan kepada presiden Amerika Serikat,'' ujar Hagel.
Namun, Hagel memperjelas pernyataannya bahwa belum ada keputusan yang diambil pihaknya terkait apakah akan menggunakan kekuatan militer terhadap konflik Suriah, yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun itu.***Â