PANGKALANKERINCI - Banjir menutup akses Jalan Koridor PT RAPP Pangkalan Kerinci menuju Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, menyebabkan akses utama jalan penghubung dua kecamatan tersebut terputus, Senin (15/2/2016). Akibat banjir, jalan yang membelah Sungai Kampar itu harus ditutup sementara.

"Kenaikan air sudah mulai terjadi sejak tadi malam sekitar jam 02.00 WIB, arusnya cukup kuat," kata OHS Manager PT RAPP Divisi Riaufiber, Rahmat Imam Santosa, kepada GoRiau.com, disela sosialisasi antisipasi banjir bagi pengguna jalan, Senin (15/2/2016).

Dikatakan Rahmat, bagi pengguna kendaraan kecil dan sepeda motor diharapkan untuk tidak melewati jalan koridor tersebut, mengingat banjir sudah semakin tinggi dan membahayakan.

"Untuk kendaraan kecil sudah sangat berbahaya sekali untuk melewati jalan koridor ini. Karena di beberapa titik airnya cukup dalam dan deras," katanya.

Sambung Rahmat, ada sejumlah titik yang perlu diwaspadai oleh para pengguna jalan di sepanjang jalan koridor. Beberapa titik yang cukup dalam, yakni di Km 22, 19, 18, 17 dan Km 14.

"Sepertinya air terus naik. Kita memberikan sosialissi bagi pengguna jalan, dan siang ini jalan koridor untuk sementara ditutup bagi kendaraan kecil dan sepeda motor," terangnya.

Disampaikan Rahmat, saat ini pihaknya akan terus memonitor dan memantau perkembangan kondisi banjir. "Kita monitor terus banjir ini, kalau sudah kembali normal dan jalan sudah diperbaiki serta aman bagi masyarakat pengguna jalan maka akan dibuka kembali," tandasnya.

Dalam kesempatan sama, Katim Poslantas Desa Segati, Kecamatan Langgam, F Purba, penutupan akses jalan koridor perlu dilakukan, mengingat kondisi banjir yang membahayakan pengguna jalan.

"Kita lihat juga ada beberapa tiang listrik yang akan tumbang. Ini jelas membahayakan orang yang lewat jika sewaktu-waktu ini roboh," ujarnya.

Dikatakan F Purba, pihaknya melakukan sosialisasi antisipasi bahaya banjir bagi pengguna jalan bersama pihak perusahaan, dalam hal ini PT RAPP. "Kita berikan sosialisasi kepada pengguna jalan untuk tidak melewati jalan Langgam ini. Karena debit air semakin naik, tentunya kita lakukan penutupan," katanya.

Dijelaskan F Purba, penutupan jalan koridor dilakukan dari dua arah. Dari arah Pangkalan Kerinci penutupan dilakukan di KM 7, sedangkan penutupan dari arah Langgan dilakukan di KM 23.

"Sudah banyak kendaraan yang mogok karena terendam. Mereka sudah kita peringatkan, tapi tetap menerobos juga," pungkas F Purba.(***)