
PEKANBARU - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, dinilai paling lalai dalam tanggap bencana yang melanda di daerahnya, salahsatunya musibah banjir yang terjadi baru-baru ini.
Demikian pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinsos Provinsi Riau, Syarifuddin kepada GoRiau.com, Senin (15/2/2016) di Pekanbaru.
"Kita sering menyesalkan lambatnya kinerja dari kabupaten, salahsatunya Dinsos Inhu itu. Bisa dibilang paling parah lalainya daripada kabupaten lain," ungkap Syarifuddin.
Ia menilai kinerja dari Dinsos Inhu selama ini selalu terlambat, seperti halnya dalam penanganan bencana asap, bencana sosial Gafatar dan banjir yang baru-baru ini terjadi. Bahkan ia mengaku mengetahui kabar terjadinya banjir di Inhu dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, sejak hari minggu (14/2/2016) kemarin. Bukan mengetahui sendiri dari Dinsos Inhu.
"Saya bertanya kepada pak Heri, sekretaris Dinsos Inhu, masak daerahnya sendiri terkena banjir dia tidak tahu. Bagaimana Dinsos Riau mau memberikan bantuan kalau laporan dari mereka saja tidak ada," ulas Syarifuddin.
Mekanisme penyaluran bantuan, kata Kadinsos Riau tersebut, kabupaten/kota yang mengalami bencana harus melaporkannya terlebih dahulu ke provinsi. Barulah selanjutnya Dinsos Riau bisa turun menyalurkan bantuan.
"Apa saja yang mau diperbantukan, dimana lokasinya kan harus jelas. Bagaimana mau turun ke lapangan kalau tidak ada pihak kabupaten yang melaporkan kepada kami," tegasnya.
Untuk itu, Syarifuddin mengimbau dinsos kabupaten lain agar berbenah diri dan lebih tanggap darurat disetiap musibah yang terjadi di daerahnya. Sehingga tidak ada kata keterlambatan dalam menolong masyarakat.
"Jangan sampai masyarakat menderita karena pemerintahnya lalai," seru Kadinsos Riau tersebut. ***