PEKANBARU - Upaya 'bersih-bersih' dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau tampaknya tidak main-main. Usai meringkus bandar kelas kakap sekaligus bos lokasilasi di Duri, kali ini BNN bidik home industri narkoba palsu di Pekanbaru.

"Kalau hasil penyelidikan kita ada sekitar empat home industri pembuatan narkoba palsu di Pekanbaru. Tunggu tanggal mainnya," ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun saat ditemui GoRiau.com di ruangannya, Senin (15/2/2016).

Terungkapnya peredaran narkoba imitasi tersebut berawal ketika petugas mengamankan seorang terduga pengedar ekstasi belum lama ini. Setelah ditelusuri, pil haram itu ternyata palsu. "Kita telusuri ke rumahnya di belakang Ramayana, disana dia meracik ekstasi palsu ini," bebernya.

Di rumah itu, petugas BNN Riau menemukan mesin pres untuk pil serta berbagai obat demam, sakit kepala dan antibiotik. "Itu yang kita duga sebagai campuran ekstasi palsu. Modusnya dengan dihancurkan lalu dicetak ulang semirip mungkin dengan ditambahkan logo," kata Haldun.

Setelah jadi, ekstasi ini lalu dipasarkan dengan harga lebih murah ketimbang pil haram aslinya. Untuk mengelabui pembeli, para pelaku mencampurnya dengan barang asli. "Pesan pertama dia kasih yang palsu, karena efeknya tak bekerja, pas pembelian kedua dia jual yang asli, modusnya begitu," jawabnya.

Untuk membongkar home industri ini, Haldun mengklaim kalau pihaknya sudah melakukan mapping dan penyelidikan, termasuk kepada para pelakunya. "Ada beberapa target kita, termasuk bandar narkoba. Tak hanya di Pekanbaru, melainkan dibeberapa kabupaten lainnya di Riau, kata Haldun panjang lebar. ***