SELATPANJANG, GORIAU.COM - yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti meminta Dinas Kesehatan (Diskes) memaksimalkan pengawasan terhadap produk air isi ulang yang beroperasi di Selatpanjang. Pasalnya, sudah ada ditemukan air isi ulang dalam galon yang berjentik.
Sebagaimana disampaikan Mulyono SE, ketika dikonfirmasi GoRiau, Jumat (7/8/2015) siang.Mulyono membenarkan bahwa ada ditemukan jentik di dalam galon air isi ulang di milik salah satu pengusaha air di Kota Selatpanjang.
"Mungkin saat menguras sisa airnya masih ada sehingga muncul jentik," kata Mulyono.
Disampaikan Mulyono pula, kasus serupa bisa terjadi di semua depot air minum isi ulang kalau bekerja asal asalan. Untuk itu, beberapa pihak terkait harus memaksimalkan pengawasan agar masyarakat tidak menjadi korban.
"inas kesehatan sering-seringlah turun untuk melakukan pengecekan. Kita khawatirn, kalau air berjentik dikonsumsi, itu akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat," tambah Mulyono pula.
Tidak hanya di Diskes, Disosnakertrans juga diminta untuk memantau siapa saja yang bekerja di depot air minum itu. Mulyono menduga, banyak pekerja di depot air isi ulang tidak memiliki keahlian khusus, sehingga dalam bekerja mereka asal-asalan.
"Dengan ditemukan jentik di air isi ulang, kita menduga karyawan-karyawan mereka bekerja sembarangan. Sepertinya karyawan di depot itu tidak ada training khusus terkait pekerjaan tersebut. Kita harapkan kedepannya semua depot air minum isi ulang dilakukan pemeriksaan rutin," harap Mulyono.
(zal)