
SELATPANJANG - Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti melakukan pengecekan pada sejumlah takjil yang dijual di Bazar Ramadan Jalan Ahmad Yani Selatpanjang, Senin (29/5/2017). Dari 9 sampel yang dicek, satu diantaranya positif mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil.
Pantauan GoRiau, beberapa petugas Diskes Meranti, Kabid Kesmas Ade Suhartian, Kasi Kesling Zulham Efendi SKM, Refialdi, Yeyen, dan beberapa lainnya datang ke Bazar Ramadan Senin siang. Mereka langsung menyebar untuk membeli beberapa takjil yang mencurigakan. Terutama dilihat dari warna mencolok pada takjil tersebut.
Beberapa menit berada di Bazar Ramadan, petugas Diskes membawa 9 sampel takjil yang mencurigakan. Mereka pun langsung melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah takjil itu mengandung bahan-bahan berbahaya atau tidak.
Beberapa takjil yang dicek antara lain, es teler, es warna pink, kue-kue berwarna mencolok, pempek, kue berwana pink, panganan ubi, dan es doger. Sedangkan fokus pengecekan adalah bahan-bahan berbaya jika dikonsumsi seperti Borax, Formalin, Rhodamin B, Metanil Yello.
"Dari 9 sampel yang kita curigai, satu mengandung Rhodamin B atau pewarna pakaian. Yaitu pada es berwarna pink," ujar Ade Suhartian didampingi Zulham Efendi.
Terkait penemuan ini, nantinya akan dilaporkan ke pimpinan.
Kepada pedagang, Diskes akan memberikan teguran dan pembinaan langsung. Pedagang diingatkan betul agar tidak lagi menggunakan pewarna pakaian untuk makanan. "Karena ini berbahaya kalau sampai dikonsumsi manusia," tambah Zulham.
Lalu, kepada masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan (takjil). Jangan sampai tertarik terutama pada makanan yang warnanya sangat mencolok.
"Yang jelas, bahan tersebut berbahaya dan tidak dibenarkan untuk dikonsumsi. Karena bisa merusak saluran cerna dan memicu kanker," kata Ade. ***