BENGKALIS, GORIAU.COM - Satu dari tiga anak buah kapal (ABK) pompong yang melompat ke laut saat melakukan perjalan dari Malaysia ke Indonesia, sampai saat ini belum ditemukan. Warga Desa Sepahat bernama M. Kharissuhut itu terjun di sekitar perairan Tanjung Jati ketika dikejar petugas patroli Bea dan Cukai.

Hingga hari ini, Sabtu (23/8/2014), pencarian terhadap adik dari Zul dan Ol yang kala itu juga ikut melompat ke laut, masih dilakukan Tim Basarnas dengan memperluas areal pencarian.

Seperti disampaikan Kapolpos Basarnas Likopa Nop Thilos, pencarian yang sudah memasuki hari ketiga ini, pihaknya memperluas area pencarian dari Tanjung Mayat Selat Malaka hingga ke perairan Jangkang, termasuk perairan Desa Selat Baru.

''Saat ini kita masih belum menemukan korban. Untuk mempercepat pencarian, dibantu masyarakat kita memperluas area dari Tanjung Mayat, Jangkang hingga ke perairan Selat Baru,'' ungkap Kapolpos ketika dihubungi, Sabtu (23/8/2014).

Disebutkan pria yang sering disapa Thilos ini, dalam pencarian yang dilakukan bersama 6 orang personil dibantu masyarakat itu, pihak dihadapi kendala cuaca.

''Cuaca juga menjadi kendala kita dalam melakukan pencarian di lapangan, terutama hujan. Namun kita tetap akan fokus melakukan pencarian hingga korban ditemukan,'' imbuhnya.

Suhut bersama kedua kakaknya nekad terjun dari kapal pompongnya saat terjadi kejar-kejaran dengan petugas yang diduga dari patroli Bea dan Cukai, Kamis (21/8/2014) dini hari sekitar pukul 05.00 WIB.

Ketiganya melompat ke laut diduga karena takut dengan petugas yang sempat melepaskan tembakan. Naasnya, satu dari mereka belum ditemukan hingga saat ini, sementara kedua kakaknya selamat.(jfk)