
DUMAI, GORIAU.COM - Dari 98 Kota se-Indonesia yang menjadi peserta Rakernas Apeksi yang dipusatkan di Kota Dumai pada tahun 2014 ini, 83 Kota yang sudah mendaftar untuk dapat hadiri mengikuti Rakernas Apeksi dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dalam Apeksi 2014 ini, seperti Indonesia City Expo dan Pawai Budaya Nusantara.
''Dari 98 kota peserta Apeksi 2014, hanya 83 kota yang memberikan konfirmasi kehadiran. 83 kota tersebut sudah berada di Kota Dumai sejak kemarin sore. Terakhir yang datang adalah Walikota Jayapura, Provinsi Papua. Sedangkan Bandung datang pada siang kemarin, langsung hadir di Taman Bukit Gelanggang sebagai pusat Indonesia City Expo,'' kata Walikota Dumai Khairul Anwar disela – sela peninjauannya di TBG, Jalan HR Soebrantas Dumai, Selasa (20/5/2014).
Ditambahkan Walikota, pembukaan Rakernas Apeksi dan Indonesia City Expo (ICE) 2014 berlangsung hari ini, Rabu (21/5/2014) di Kota Dumai. Pembukaan iven nasional tersebut tidak jadi dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.
''Besok (hari ini) dipastikan Gubernur akan hadir. Konfirmasi ke Menteri belum ada laporan dari panitia. Besar kemungkinan Pak Mentri tidak hadir,'' imbuh Walikota.
Dikatakannya, Gubernur Riau Annas Maamun datang bersama Kepala Kejadi dan Kapolda Riau melalui jalur udara. Rombongan Gubernur Riau Annas Maamun akan terbang kembali ke Pekanbaru usai membuka kedua iven tersebut di Dumai.
''Selain Rakernas Apeksi, ada juga kegiatan Indonesia City Expo dan Pawai Budaya Nusantara yang akan berlangsung dari kantor LAMR menuju Taman Bukit Gelanggang, Jalan HR Soebrantas Dumai. Pawai ini menampilkan berbagai kreasi budaya masing-masing kota,'' imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator ICE 2014 Hendri Sandra mengatakan, untuk peserta ICE hanya 71-73 Kota. Sedangkan stand yang disediakan sebanyak 83 stand. Namun, seluruh stand penuh terisi sebab, ada kota yang mengambil dua bahkan tiga stand.
''Seperti kota Manado menggambil tiga stand. Akhirnya penuh juga. Memang tidak semua peserta Apeksi ikut ICE. Tapi 71 kota ini sudah lumayan banyak,'' ungkap Hendri yang turut mendapingi Walikota Dumai saat meninjau persiapan ICE 2014 di Taman Bukit Gelanggang.
Dijelaskan Hendri yang juga Kepala BPTPM Dumai itu, ukuran untuk satu stand 3 x 5 meter. Bagi kota yang membawa banyak hasil produksi memborong stand sampai tiga. Padahal, satu stand dibandrol seharga Rp 37 juta selama ICE 2014 Dumai berlangsung yakni dari tanggal 21 hingga 25 Mei 2014.
''Pelaksanaan kan lima hari, jadi kalau ngambil dua atau tiga stand, kali saja berapa dia membayar untuk lima hari itu,” imbuhnya.
Pantauan dilapangan, Meski besok pembukaan iven nasional itu, namun sejumlah pekerja tampak menggesa penyelesaian stand dan kesiapan fisik ICE hingga kemarin sore. Tampak pekerja sibuk mengecat dan memasang dinding masing-masing stand. Karpet untuk lantai juga masih menumpuk di luar stand. Sedangkan tamu-tamu sudah mulai berdatangan. Tidak hanya itu, satu unit alat berat juga masih beroperasi untuk memadatkan lapangan bagian depan. (akid)