JAKARTA - Insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur hingga Jumat (21/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata total 74,84 hektare lahan hangus terbakar, termasuk area yang berdekatan dengan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mencatat eskalasi titik api terpantau di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, serta Kecamatan Batu Engau.

Dampak di Kawasan Konservasi

"Di Kabupaten Paser, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau. Kebakaran terjadi Rabu (19/8/2026) di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambut. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare," urainya memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman darat dan mitigasi lanjutan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya Kamis (20/8/2026).

Penanganan Menjadi Prioritas Utama

Selain Kabupaten Paser, sebaran api juga meluas hingga ke wilayah lain di Kalimantan Timur. Berton mengidentifikasi bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara mencatatkan area terdampak seluas 49,55 hektare.

"Wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga mengalami karhutla yang cukup masif yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara," paparnya.

Pemerintah pusat melalui BNPB memastikan bahwa proses pengendalian lingkungan ini tetap berada dalam pengawasan ketat otoritas terkait. Seluruh personel gabungan terus bersiaga mencegah munculnya titik panas baru.

"Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini," tegasnya. ***