PEKANBARU - Jumlah pemuda di Indonesia berjumlah 61,8 juta orang atau 24,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang pada pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014. Sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan, range usia antara 16-30 tahun.

"Secara kuantitas angka 24,5 persen ini cukuplah pesat. Bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Begitu juga dengan Riau," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman saat memberikan kata sambutan Hari Sumpah Pemuda ke-88 di halaman Kantor Gubernur Riau, Jumat (28/10/2016).

(Baca Juga: Banggakan Rio Haryanto hingga Owi-Butet, Andi Rachman Ingin Pemuda di Riau Bangkit Mengukir Prestasi)

Ditambah lagi, kata Andi Rachman, dalam waktu dekat ini mulai tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut Bonus Demografi. Dimana, jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah yaitu mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

"Bonus demografi dapat menjadi peluang yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) produktif dalam jumlah yang cukup signifikan," tuturnya.

Masih disampaikan orang nomor satu di Riau ini, rasio sederhana Bonus Demografi itu dapat digambarkan bahwa disetiap seratus penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah berusia anak-anak dan lansia.

"Rasio usia produktif di atas 64 persen sudah lebih dari cukup berkomitmen menciptakan SDM terbaik pada usia produktif yang mulai kita nikmati nanti tahun 2020dan berakhir tahun 2035," tutupnya. ***