
SELATPANJANG - Pembinaan keagamaan untuk tahanan di Mapolres Kepulauan Meranti sejak dulu hingga saat ini rutin dilakukan. Di ruangan yang tak begitu luas itu pula, sudah empat tahanan mendapat hidayah lalu bersyahadat.
Sebagaimana disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK melalui Paur Humas Iptu Djonni Rekmamora. Kata Djonni, selama ini sudah empat tahanan bersyahadat.
Beberapa waktu lalu, tambah Djonni, satu tahanan bernama Cin Kiong yang sebelumnya non muslim, bersyahadat dan berganti namanya menjadi Muhammad Musriyadi. M Musriadi ini merupakan tahanan kasus narkoba.
Sebelum Musriadi, satu tahanan non muslim lainnya juga pernah bersyahadat. Tahanan tersebut bernama Sandra yang setelah bersyahadat berganti nama menjadi Muhammad Sandra. M Sandra yang merupakan warga Sesap Tebingtinggi itu bersyahadat setelah minta izin kepada ibu nya yang masih non muslim.
"Yang dua nya lagi sudah lama (lupa, red)," kata Djonni.
Sementara itu, Waka Polres Kompol Dr Wawan Setiawan SH MH mengatakan, di tahanan polres ada program rutin keagamaan. Dimana, mereka sering mendatangkan penceramah dari luar untuk memberikan tausiah ke para tahanan.
"Kita rutin datangkan ustad dari luar atau pun anggota kita Aipda Nopri yang memberikan tausiah," kata Dr Wawan.
Kemudian, tambah Wawan, para tahanan yang beragama Islam juga diharuskan menunaikan salat berjamaah 5 waktu di dalam tahanan. Tahanan juga dibimbing membaca Al-Quran atau mengaji.
Bimbingan keagamaan yang dilakukan sejak lama itu akhirnya membuahkan hasil. 4 tahanan yang sebelumnya non muslim mendapat hidayah lalu bersyahadat. ***