
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tahun 2013 berbeda dari Pemilihan Kepala Daerah lainnya. Karena, Riau mendapat perhatian khusus dari dunia. Hal ini terlihat, jika tidak ada aral melintang, sekitar 30 orang dari lima negara asing akan hadir dalam rekapitulasi perhitungan suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau pada 15 September mendatang.
Lima negara asing tersebut terdiri dari Amerika Serikat, Mesir, Sudan, Yaman dan Somalia.
Menurut Ketua KPU Riau, Tengku Edi Sabli kedatangan lima perwakilan negara asing tersebut bertujuan untuk mempelajari demokrasi di Indonesia. "Mereka ini bisa kita namakan penggiat demokrasi di Negaranya," kata Edi Sabli, Selasa (10/9/2013) kepada GoRiau.com.
"Mereka melakukan semacam studi banding tentang proses demokrasi di wilayah yang berpenduduk Islam," lanjut Edi Sabli. Ia mengatakan, hal tersebut bukanlah bagian dari rencana awal KPU Riau. Melainkan agenda yang disampaikan Kementrian Luar Negeri Indonesia.
"Kami disurati oleh Kemenlu RI kemaren," kata Edi Sabli. Ia menjelaskan, sebetulnya para penggiat demokrasi ini salah pengertian. Mereka mengira, pelaksanaan pemungutan suara pada 14 September. Padahal KPU Riau sudah memasuki tahapan rekapitulasi suara.
Dengan adanya perhatian khusus dari dunia internasional ini, Edi Sabli berharap para saksi ataupun para calon jika melakukan keberatan terhadap hasilnya nanti, dilakukan dengan cara santun. "Jangan sampai banting meja segala," kata Edi Sabli.
"Nanti itu pula yang menjadi laporan mereka, jelek nama Riau khusunya dan Indonesia pada umumnya," sambung Edi Sabli.
Dalam rapat terbuka terbatas tersebut, selain dihadiri setiap pasangan Calon Gubernur Riau, KPU Riau juga mempersilahkan dua orang saksi dan 10 orang pendukung. Seluruhnya harus memiliki mandat dari pasangan calonnya.(san)