RENGAT BARAT,GORIAU.COM - Jika Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) cabang Sei Lala, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak memiliki satu pelangan pun pasca diresmikan sejak satu tahun lalu, bertolak belakang dengan PDAM cabang Pematang Reba, Kecamatan Renga Barat, Inhu. Dimana PDAM Pematang Reba malah kekurangan pasokan air terhadap pelanggan PDAM tersebut.

Saat ini para pelanggan PDAM harus rela menunggu giliran untuk mendapatkan pasokan air dari stasiun penyuplai PDAM Batu Canai, hal ini tentu membuat pelanggan PDAM kecewa, karena air adalah kebutuhan yang sangat vital. "Air adalah kebutuhan yang sangat vital, jika PDAM tidak menyuplai, dipastikan kita kelabakan", ujar salah seorang Irt Riza Wati (28) Selasa (10/9/2013) di Pemaang Reba.

Dikatakan ibu satu anak itu, sepertinya PDAM sudah meniru gaya PLN ketika memadamkan lisrik secara bergiliran, jika PLN memadamkan lisrik karena ada gangguan atau kenaikan beban puncak, itu paling lama hanya tiga jam, akan tetapi PDAM menggilirkan penyuplaian air pada pelanggan bukan tiga jam, melainkan tiga hari, hal ini sangat tidak wajar, apa lagi tarif pembayaran PDAM naik.

Maka dari itu, diharapkan PDAM bisa mengatasi hal ini, kita sebagai pelanggan tidak pernah membantah tentang tarif PDAM, dengan demikian pihak PDAM juga harus memerhatikan konsumennya. Kalaulah PDAM mati tiga hari, ini sama saja menganiaya pelanggan.

"Jika pelanggan terlanbat bayar, maka lansung dikenakan denda keterlambatan, namun jika suplai air mati tiga hari siapa yang harus didenda oleh pelanggan. Kan hal yang tidak mungkin jika pelanggan PDAM harus beli air dari tanki PDAM itu sendiri", sebut Riza sembari menggerutu akibat air PDAM mati sejak hari Minggu kemaren.

Menaggapi hal itu, Dirut PDAM Inhu Ahmad Hafis ketika dikomfoirmasi wartawan mengakan, keluhan yang disampaikan warga Pematang Reba tersebut akibat kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) yang dimiliki PDAM cabang Pematang Reba sangat terbatas, sehingga terpaksa dilakukan sistim bergilir untuk pasokan air bersih terhadap pelanggan.

Selain itu, saat ini di PDAM cabang Pemaang Reba sedang dibangun IPA berkapasitas 20 liter perdetik, saat ini proyek pembangunan nya sedang dalam proses lelang. Apa bila IPA tersebut sudah beroperasi, maka gangguan terhadap pasokan air bersih ke pelanggan di Pematang Reba tidak akan terjadi.

Namun karena saat ini instalasi di Pematang Reba hanya berkapasitas 15 liter perdetik, sehingga pasokan sedikit terganggu, maka kita lakukan penyuplaian dengan sistim bergilir," ungkapnya.

Ketika dianyakan terkait dirinya merangkap jabatan sebagai sekretaris KONI Inhu yang tengah sibuk melakukan persiapan sebagai tuan rumah pekan olahraga propinsi (Porprov) 2014, bisa mengganggu tugas sebagai Dirut PDAM, dengan tegas Hafis mengatakan, rangkap jabaan tersebut tidak mempengaruhi kinerjanya, sebab sudah ada sisitim dan tupoksi kerja.

"Walau rangkap jabatan Dirut perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Indra dan Sekretaris KONI Inhu, saya tidak merasa kesulitan dan tidak mengganggu kinerja saya dalam pelayanan terhadap pelanggan air bersih di Inhu", ujar Hafis tegas.

Berdasarkan pantauan serta informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa pelanggan PDAM Tirta Indra di Pematang Reba, pelayanan PDAM akhir-akhir ini dinilai semakin memburuk, tidak hanya mandeknya pasokan air bersih pada para pelanggan, kualiutas air yang disuplai perusahaan milik daerah tersebu juga buruk alias keruh bagaikan tidak ada penyulingan.(jef)