DUMAI - Dari 50 orang eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dibawa pulang ke Provinsi Riau, ternyata 2 orang merupakan warga Kota Dumai. Dua orang itu, Effendi (25) dan Pipit Indriani (21). Keduanya saat ini mendapatkan pembinaan selama sebulan di Kota Pekanbaru.

"Mereka (eks Gafatar, red) mendapat bimbingan keagamaan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau dan pembinaan kebangsaan oleh Polri," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Dumai, Chairuddin Adnan kepada GoRiau.com, Kamis (11/2/2016).

Ia melanjutkan, kedua eks Gafatar Kota Dumai itu beragama islam. Mereka (Effendi dan Pipit, red) pergi meninggalkan rumah di Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kabur, tiga bulan lalu.

"Untuk 5 orang eks Gafatar asal Kota Dumai, saat ini masih menunggu kepulangan di Jakarta," ulas Adnan. "Effendi dan Pipit, sebelum dipulangkan ke Riau, mereka bergabung dengan pengungsi eks Gafatar di Provinsi Kalimantan Timur," jelasnya.

Dinas Sosial Kota Dumai, masih dikatakan Adnan, telah berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi pemerintah, untuk menelusuri data dan keluarga yang ditinggalkan.

"Mereka memang sudah sangat dinantikan oleh keluarga. Untuk itu, jadikan ini pelajaran. Agar kedepannya, tidak satu pun dari keluarga kita terjerumus ke hal-hal yang tidak baik," tutupnya.***