
SELATPANJANG - Berbudi pada tanah, pasti hasilnya. Tahun 2016, Petani di Kepulauan Meranti mampu menghasilkan lebih kurang 13.000 ton beras. Ini bisa mencukupkan 60 pesen kebutuhan beras untuk masyarakat Kota Sagu.
Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, Rabu (1/2/2017).
Kata H Irwan pada tahun 2016 kemarin, berkat usaha bersama dalam program Padi Jagung Kedelai (Pajale), telah dibuka persawahan dengan luas lebih kurang 4.200 hektar. Namun, belum semuanya bisa dioptimalkan.
Dari luasan hutan yang dijadikan sawah ini, tahun 2016 produksi beras Meranti lebih kurang 13.000 ton. Angka 13.000 ton ini bisa mencukupi sekitar 60 persen kebutuhan masyarakat meranti yaitu sekitar 25 hingga 27 ribu ton pertahun.
"Mantap, sekarang sekitar 60 persen kebutuhan beras bisa dicukupi oleh petani kita. Kalau dulu 100 persen harus mendatangkan dari luar," kata H Irwan ketika ditemui di Selatpanjang.
Bupati juga berharap pihak terkait bisa memaksimalkan lahan yang ada untuk dijadikan persawahan. Dengan ini nantinya, ketergantungan beras dari wilayah luar seperti Thailand atau provinsi tetangga semakin kecil.
"Kita optimalkan terus lahan yang ada. Kita targetkan 2021 swasembada beras," ujar H Irwan.
Guna memaksimalkan penghasilan beras, diakui H Irwan, selain membutuhkan lahan juga membutuhkan SDM yang bekualitas. Untuk itu, Pemda Kepulauan Meranti telah menyiapkan putera puteri terbaik yang dikuliahkan di IPB. Mereka telah kuliah di IPB sejak tahun 2012 dan sudah tamat tahun 2015 lalu.
"Kita ucapkan terima kasih pada anak-anak kita yang telah mengaplikasikan ilmunya," kata H Irwan. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini