
DUMAI, GORIAU.COM - Prediksi Pendapatan Daerah kota Dumai pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar Rp1,192 triliun atau naik sekitar 14,07 persen dibandingkan 2013 lalu sebanyak hanya Rp1,045 triliun.
Walikota Dumai H Khairul Anwar mengatakan, proses penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (RAPBD) 2014 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah serta Permendagri nomor 27 tahun 2013 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun 2014.
Disamping itu, penyusunan anggaran pembangunan daerah juga mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2014 yang telah disepakati bersama antara pimpinan DPRD dan Kepala Daerah."Dalam Penyusunan RAPBD Kota Dumai Tahun 2014 selain mempedomani muatan Perda nomor 25 tahun 2011 tentang RPJMD Kota Dumai tahun 2011-2015 juga berpedoman pada Perwako nomor 38 tahun 2013 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kota Dumai tahun 2014," terang Khairul dalam pidato penyampaian nota keuangan RAPBD 2014 di paripurna DPRD Dumai, Senin (27/1/2014) di gedung wakil rakyat.
Khairul menambahkan, sesuai dengan tema pembangunan nasional pada Rencana Kerja pemerintah (RKP) tahun 2014 dan kebijakan fiskal dalam APBN tahun 2014 yaitu 'Memantapkan perekonomian nasional untuk peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan' sebagai langkah menjaga konsistensi pelaksanaan prioritas pembangunan daerah, maka akan disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah. Dalam penyusunan RAPBD Kota Dumai 2013 terdiri dari 3 hal pokok yaitu kebijakan pendapatan daerah, Kebijakan Belanja daerah dan Kebijakan pembiayaan daerah.
Kebijakan Pendapatan Daerah terdiri dari Penerimaan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp137,408 miliar, Dana Perimbangan sebesar Rp943,114 miliar dan lain -lain pendapatan yang sah sebesar Rp111,518 miliar. Untuk Kebijakan Belanja Daerah dalam RAPBD Kota Dumai tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp1,328 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 12,07 persen. Kemudian, Belanja Daerah yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp465,899 miliar dan Belanja Langsung sebesar Rp862,142 miliar meliputi belanja pegawai Rp132,032 miliar, Belanja barang dan jasa Rp327,983 miliar, belanja modal Rp402,125 miliar.
Sementara itu, kebijakan Pembiayaan Daerah pada tahun 2014 sebesar Rp240,120 miliar yang bersumber dari sisa lebih penghitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (SiLPA), sedangkan pengeluaran pembiayaan Rp35 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal PD Air Bersih sebesar Rp7 miliar dan PT Pembangunan Dumai sebesar Rp28 miliar. Sehingga pembiayaan Netto tahun anggaran 2014 Rp2053,120 miliar.
"Kita mengharapkan alokasi anggaran APBD Kota Dumai tahun 2014 nantinya pemanfaatannya benar-benar tepat sasaran dan tepat waktu serta memperoleh hasil dan manfaat yang maksimal dan gilirannya memberikan dampak pelayanan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terang Wako.
Sidang Paripurna yang beragenda Nota Keuangan RAPBD Kota Dumai Tahun 2014 dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kota Dumai Zainal Abidin didampingi Eko Suharjo. Hadir juga Sekretaris Daerah H Said Musfafa, dan para pimpinan SKPD, LSM dan tokoh masyarakat.(egy)