PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebanyak 12 pemain inti tim PSPS Pekanbaru tak kunjung kembali ke markas mereka di Bangkinang, Kampar. Padahal, pada Minggu (7/4/2013), tim itu harus melayani Persidafon dalam lanjutan putaran pertama kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Pelatih kepala PSPS Pekanbaru Mundari Karya di Pekanbaru, Jumat (5/4/2013), mengaku sudah berusaha membujuk ke 12 orang pemain inti tersebut agar kembali ke markas. "Mudah-mudahan mereka mau. Enggak usah pakai latihan lagi, langsung main saja," ungkapnya.
Sebagian dari pemain itu, bersedia pulang ke markas asal dibelikan tiket ke Pekanbaru. Sejumlah pemain yang belum kembali tersebut di antaranya M Ilham saat ini masih di Makasar. Kemudian Rudi Widodo yang masih berada di Solo, Slamet Riyadi di Sleman, Amin di Jakarta, serta Jibby Wuwungan di Manado.
Bahkan, kabarnya, tiga pemain asing PSPS yakni Glen Palaouke, Kanaoute Makan, dan Ndiaye Pape Latyr memang sudah tidak ingin kembali lagi ke klub itu.
"Sedang saya bujuk agar mereka mau kembali bermain untuk menyelesaikan putaran pertama ini. Dan untuk menyelamatkan kompetisi ini," ungkapnya.
Jika upaya ini gagal, praktis PSPS akan menurunkan pemain lokal dan junior untuk menghadapi empat pertandingan sisa yakni dua kandang dan tandang.
Kesulitan keuangan menjadi masalah utama yang melilit PSPS hingga para pemainnya enggan berlatih dan bertanding. Gaji para pemain bahkan belum dibayarkan satu musim kompetisi sebelumnya.
"Gaji saya juga belum dibayarkan hingga kini. Semangatnya cuma untuk menyelamatkan kompetisi," ungkap Mundari. (mtv)