SELATPANJANG – Perjalanan panjang menuju Tanah Suci tidak dimulai dari bandara, melainkan dari kesiapan diri. Itulah yang kini tengah dijalani 110 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2026 melalui bimbingan manasik haji yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Di Lapangan Afifa Futsal Selatpanjang, Selasa (7/4/2026), para CJH tampak serius mengikuti setiap tahapan pembekalan. Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, melalui Sekretaris Daerah, Sudandri, yang menegaskan bahwa manasik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan fondasi penting sebelum menjalankan ibadah haji.

Bagi para jamaah, manasik menjadi ruang simulasi sekaligus penguatan pemahaman. Dari rukun dan wajib haji hingga teknis pelaksanaan di Tanah Suci, semuanya dipelajari agar tidak ada kebingungan saat ibadah berlangsung.

"Semoga apa yang dilaksanakan nantinya sampai di tempat pelaksanaan haji tidak akan sia-sia," ujarnya.

Sudandri mengingatkan bahwa ibadah haji menuntut keseriusan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dari sisi ilmu dan kesiapan mental. Tanpa pemahaman yang baik, ibadah yang dijalankan berpotensi tidak sempurna.

"Ikuti manasik haji dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan teratur, sehingga dalam melaksanakan ibadah haji nantinya kita akan memperoleh hasil yang baik dan memuaskan, yaitu haji yang mabrur dan maqbul yang diridai Allah," tambahnya.

Di balik pelaksanaan manasik ini, ada upaya kolektif pemerintah daerah bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan para jamaah berangkat dengan bekal yang utuh. Tidak hanya soal tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan perjalanan, kondisi kesehatan, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti, Syafrizal melalui Sub Koordinator Bina Mental dan Spiritual, Khaidir, menekankan bahwa manasik dirancang untuk membentuk jamaah yang siap secara menyeluruh.

"Tujuannya adalah memberikan pembinaan dan pelayanan maksimal kepada jamaah, meningkatkan kemampuan dan kompetensi, serta menumbuhkan kekompakan dan persatuan antar sesama jamaah haji," jelasnya.

Menariknya, komposisi CJH tahun ini mencerminkan keterlibatan hampir seluruh wilayah di Meranti. Dari sembilan kecamatan, Kecamatan Tebingtinggi mendominasi dengan 44 orang. Rangsang menyusul dengan 18 orang, disusul Tebingtinggi Barat 14 orang, sementara kecamatan lainnya menyumbang jumlah yang bervariasi.

Lebih dari sekadar angka, keikutsertaan mereka membawa harapan yang sama—menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji yang mabrur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau H. Defizon, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti Hj. Ismiatun, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti H. Surasman, MUI Kepulauan Meranti, serta para calon jamaah haji yang bersiap menapaki salah satu perjalanan spiritual terbesar dalam hidup mereka. ***