
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Ramli Walid mengatakan 11 Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang baru di Lingkungan Pemprov Riau kemungkinan besar baru bisa berjalan pada APBD Perubahan 2014 mendatang.
Menurutnya, APBD Perubahan 2014 difokuskan untuk SOTK yang mengalami perubahan. Setidaknya ada 11 SOTK baru baik yang mengalami peleburan maupun yang baru terbentuk. "Pasti tidak berjalan. APBD Perubahan dilakukan untuk SOTK yang mengalami perubahan," kata Ramli, Selasa (5/3/2014).
Sementara rencana APBD Perubahan dilakukan lebih cepat, yakni pada April 2014 mendatang, Ramli menjelaskan, jika memang kondisinya darurat, seperti saat ini bisa-bisa saja. "Bisa saja April ini, karena jika ada kepentingan untuk daerah yang lebih besar, kenapa tidak," ujarnya.
Sementara untuk aturan yang ada, APBD Perubahan bisa dijalankan setelah satu semester. Jika diartikan, SOTK yang baru di Lingkungan Pemprov Riau seakan 'lumpuh' hingga APBD Perubahan tahun ini.
Karena memang, berdasarkan koordinasi Pemprov Riau dengan Badan Pemerika Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu menyebutkan, jika APBD dipaksakan, nantinya akan menjadi temuan.
Namun saat ditanya bagaimana teknisnya, Ramli tidak mau menjelaskan. Sementara berdasarkan informasi di lapangan, APBD Perubahan tahun ini akan dimaksimalkan untuk rasionalisasi anggaran berdasarkan program yang diinstruksikan Gubernur Riau, H Annas Maamun untuk pedesaan.
Dikatakan 'lumpuh', karena selain organisasi tidak akan berjalan maksimal, rumitnya pelaksanaan APBD tahun ini juga berimbas kepada tunjangan-tunjangan yang seharusnya sudah diterima sebagian besar pejabat eselon III dan IV Pemprov Riau.
Dimana kemarin, 1300-an pejabat eselon III dan IV tersebut hanya menerima gaji seperti staf biasa, sementara yang lainnya seperti tunjangan jabatan tidak mereka terima.***