JAKARTA, GORIAU.COM - Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA tahun 2014 ini tetap diwarnai kecurangan. Dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban UN tahun ini melibatkan para guru dan pihak sekolah.

Hal tersebut terungkap dalam paparan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) terkait laporan dari Posko Pengaduan UN FSGI 2014. Sekjen FSGI Retno Listyarti memaparkan, modus kecurangan dalam UN yang kian menyeruak adalah keberadaan tim sukses di sejumlah sekolah tertentu.

Retno menjelaskan, tim sukses yang dimaksud ialah pihak sekolah mengatur alur pembagian soal dan memberikan kunci sesuai paket soal yang dimaksud.

Modus ini kebanyakan dilakukan pengelola sekolah swasta, dan bukan swasta kaya.

"Jam lima pagi disuruh datang ke sekolah untuk salat subuh dan kemudian membagikan kunci jawaban sesuai tempat duduk masing-masing murid. Mereka sudah memperkirakan alur pembagian soal sehingga murid tidak perlu menghafal banyak kunci. Jadi, tim sukses ini harus mengepaskan siswa mendapatkan soal yang sesuai dengan kunci yang sudah diberikan. Pengaduan ini dari Jakarta dan daerah," ujar Retno di Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI) Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2014).

Modus ini juga terjadi di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Pengelola salah satu SMA di Tebing Tinggi meminta siswanya datang ke sekolah pukul 05.30 WIB. Padahal ujian baru dimulai pukul 07.30 WIB. Kuat dugaan, para siswa ini datang lebih awal untuk mendapatkan bocoran soal UN.

Kadis Pendidikan Tebing Tinggi Pardamean Siregar membantah keberadaan bocoran soal UN, apalagi kunci jawabannya. "Di Kota Tebing Tinggi tidak ada yang bocor," kata Pardamean, Senin 14 April.