PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Lukman Syarif, menghimbau para remaja di kota Pekanbaru dan sekitarnya agar tidak ikut-ikutan merayakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, 14 Februari besok.
Perayaan Valentine, menurut Lukman, kerap diselubungi apa yang disebut sebagai "kasih sayang". Namun dalam kenyataannya, perayaan itu kerap tergelincir menjadi hari mengumbar hawa nafsu belaka.
''Fatwa MUI menyebutkan merayakan Hari Valentine tidak beralasan dan tidak sesuai syariat Islam. Baik itu secara akidah maupun sejarah Islam," kata Lukman kepada Antara, Kamis (13/2/2014).
Menurut Lukman, himbauan atau bahkan larangan merayakan Valentine sebenarnya sudah hampir tiap tahun dikemukakan para pemuka agama Islam. Mengutip fatwa MUI yang diterbitkan pada 2011, Lukman menyatakan Valentine identik dengan dunia gemerlap, pesta pora berlebihan dan mengumbar hasrat seksual dalam suasana hura-hura.
"Merayakan Hari Valentine sama dengan melakukan perbuatan berlebih-lebihan, mubazir, karena itu tidak dibenarkan dalam Islam," ujarnya.
"Mari kita jaga akhlak dan perbuatan kita dari pengaruh budaya asing tidak baik dan bisa menjerumuskan ke dalam dosa besar dan melanggar perintah Allah SWT," kata Lukman lagi. ***




