WASHINGTON, GORIAU.COM - Donald Trump, calon presiden AS dari Partai Republik, kehilangan popularitas menyusul pernyataannya bahwa Barrack Obama itu Muslim dan bukan orang Amerika.
"Kita punya masalah di negeri ini, yang disebut Muslim," ujar Trump dalam kampanye di New Hampshire.
"Presiden kita saat ini salah satu masalah itu, karena dia Muslim. Bahkan, Obama itu bukan orang Amerika," lanjut Trump.
Lawan Trump dari Partai Republik berusaha tidak tertawa, tapi gagal. Hillary Clinton, calon dari Partai Demokrat, mengecam retorika rasis penuh kebencian yang dilancarkan Trump.
Media sosial heboh. Trump dikecam habis-habisan. Popularitas Trump, yang sempat naik, anjlok.
Debbie Wasseman Schultz, dari Komite Nasional Demokrat, mengatakan; "Trump membuktikan rasisme tidak mengenal batas."
Yang mengejutkan, masih menurut Schultz, retorika keji itu datang dari calon presiden grand old party (GOP).
Corey Lewandowski, manajer kampanye Trump, berusaha mengecilkan insiden ini dengan mengatakan; "Yang saya dengar dari Trump adalah pertanyaan tentang kamp latihan."
Sebelumnya, Donald Trump juga sempat menjadi sorotan masyarakat Indonesia karena jumpa persnya dihadiri Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.***






