GAZA, GORIAU.COM - Serangan brutal yang dilancarkan militer Israel sejak 7 Juli 2004 lalu telah membunuh sedikitnya 2.091 warga muslim Gaza dan 10.500 lainnya terluka. Demikian diungkapkan juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qodra kepada Anadolu Agency Jumat (22/8/2014).
Sementara sayap militer Hamas Brigade Izzuddin Al-Qassam mengatakan dalam sebuah pernyataan Jumat kemarin bahwa pejuangnya telah menembakkan roket J80 ke Tel Aviv dan Israel mengonfirmasi serangan itu.
Di sisi lain, faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza pada hari Jumat kemarin mengeksekusi 18 orang yang menjadi mata-mata untuk Israel. Eksekusi ini muncul setelah tiga komandan terkemuka Hamas syahid (Insya Allah) dalam serangan udara yang dilakukan Israel.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, pemimpin politik Hamas Khalid Misyaal pada hari Kamis lalu menuduh Israel melakukan "holocaust" di jalur Gaza.
"Apa yang telah dilakukan Israel di Jalur Gaza selama 45 hari terakhir adalah bencana," kata Misyaal kepada Anadolu. "Mereka membunuh anak-anak, menghancurkan perumahan , masjid, rumah sakit dan sekolah yang dikelola oleh PBB.
"Israel adalah replikasi pemimpin Nazi Adolf Hitler zaman sekarang," tandas Misyaal.***



