
SELATPANJANG - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), akan digelar pencanangan 3M plus lavitrap di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Kegiatan ini dimulai dengan gerak jalan sehat yang berhadiah puluhan alat elektronik.
Menurut Dr Misri Hasanto MKes selaku Sekretaris IDI Kepulauan Meranti, pencanangan menutup, menguras, dan menguburkan (3M) plus Lavitrap akan digelar Sabtu (12/11/2016) di Taman Cikpuan Selatpanjang. Kegiatan yang dimulai dengan gerak jalan sehat pukul 06.00 WIB itu akan dimeriahkan oleh artis KDI. "Kebetulan kan tenaga kesehatan kita di Diskes, ada yang artis KDI. Mereka ada agenda ke Meranti, sekalian meramaikan," kata laki-laki yang juga Sekretaris Diskes ini.
Ikut Mensosialisasikan Lavitrap ke Tiap Sekolah, Siswa SMA N 1 Tebingtinggi Dipuji Idi Kep Meranti
Artis dari Diskes Kepulauan Meranti yang dimaksud Dr Misri Hasanto adalah H Mulyadi atau lebih akrab dipanggil Adi Liandra. Hingga saat ini, Adi Liandra, telah mengeluarkan beberapa album dangdut.
IDI Kepulauan Meranti Sosialisasikan Lavitrap, Bahannya dari Limbah Tapi Manfaatnya Banyak
Di tempat sama, Ketua IDI Kepulauan Meranti Dr Azharul Yusri SpOG mengatakan kegiatan 3M plus Lavitrap ini puncak kegiatan HUT ke-66 IDI serta Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52. Kata Azharul, Provinsi Riau menjadi pilot projek dari Kemenkes, sementara Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kabupaten (di Riau) yang pertama kali mensosialisasikan 3M plus Lavitrap ini.
Dijelaskan Azharul, Lavitrap ini merupakan perangkap larva (jentik-jentik, red) yang dibuat menggunakan botol bekas. Lavitrap menggunakan teknologi sederhana, sementara manfaatnya sangat besar.
"3M plus Lavitrap kalau diterapkan di setiap rumah, populasi nyamuk akan berkurang," ujar Azharul Yusri.
Untuk saat ini, di Kepulauan Meranti sudah ada sekitar 3.000 unit lavitrap yang dibuat, bekerjasama dengan PIKR dan PMR SMA N 1 Tebingtinggi.
IDI Kepulauan Meranti menargetkan setiap rumah warga Meranti ada satu Jumantik, 3 unit lavitrap dan memaksimalkan 3M. Kegiatan ini digalakkan mengingat Kepulauan Meranti merupakan daerah endermis penyakit DBD. Selain itu, tahun 2016 merupakan siklus 5 tahunan DBD.
"Sekarang ini masuk siklus 5 tahunan. Biasanya kasus DBD diperkirakan akan meningkat dari tahun sebelumnya. Makanya kita galakkan kegiatan 3M plus Lavitrap ini," ujar Azharul lagi.
Selain menekan jumlah kasus DBD, 3M plus lavitrap juga diyakini bisa menekan penyakit virus zika dan vilariasis. Sebab, penyakit ini, tambah Azharul, ditularkan melalui nyamuk.
Untuk pembuatan lavitrap yang menggunakan botol bekas ini, bisa disaksikan saat pencanangan Sabtu pagi di Taman Cikpuan Selatpanjang. Sebagai penghibur dan menarik minat warga untuk mengikuti gerak jalan sehat, IDI menyiapkan beberapa hadiah doorprize diantaranya Sepeda, Kulkas, Kompor, Kipas Angin, dan beberapa alat elektronik rumah tangga lainnya. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini