
PEKANBARU - Hasil pemeriksaan sementara terhadap St (29) yang pelaku penembakan di jalan Hasanudin, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Riau pada Sabtu (7/1/2017) malam kemarin itu, ternyata mantan Polri yang sempat berdinasi di Polres Rokan Hilir (Rohil) dan dipecat karena terlibat narkotika, bahkan diduga jaringan bandar pil ekstasi di wilayah Riau.
Sebelum tertangkap kembali karena kasus penembakan yang mewaskan Jodi Setiawan alias Jodi Oye (21) ini. St juga pernah ditangkap Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, pada awal bulan Mei 2015 silam dan Polisi menyita puluhan ribu butir pil ekstasi dari tangan St.
Namun, St yang ditangkap dimasa Kompol Iwan Lesmana Riza (Kasat Res Narkoba Polresta Pekanbaru kala itu) berhasil lolos dari jeratan hukum setelah dianggap mengalami gangguan ingatan dan memiliki riwayat gangguan jiwa.
St dinyatakan mengalami ganguan jiwa dan lepas dari jerat hukum, saat Ia berusaha melarikan diri saat penggerebekan di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Jumat (1/5/2015) silam. Untuk menghindari Polisi yang sudah mengepung kamar tempatnya menginap, St nekat melompat dari lantai delapan hotel Aryaduta dan menjalani perawatan medis selama beberapa bulan. Bahkan, tim medis memprediksi St mengalami lumpuh 90 persen.
Hampir dua tahun menghilang, St yang bebas dari jeratan kasus narkoba, karena gangguan jiwa ini, akhirnya kembali diringkus Polresta Pekanbaru, atas kasus penembakan yang menewaskan Jodi Setiawan alias Jodi Oye (21) akibat luka tembak di dada kiri hingga tembus ke punggung saat kabur ke jalan Hasanudin, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.
BACA JUGA:
. Buru Pelaku Penembakan di Jalan Hasanudin Pekanbaru, Polisi Periksa CCTv dan Proyektil Peluru
Sementara itu, motif pelaku menembak korban masih belum bisa diketahui pasti. Apakah karena persaingan bisnis narkoba atau ada dendam pribadi pelaku dengan korban. "Belum tau pasti, karena anggota masih dalam perjalanan dari Sumbar ke sini (Pekanbaru), yang jelas pelaku ini mantan anggota dan pernah ditangkap karena kasus narkoba," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, Senin (9/1/2017).
Sebelumnya, warga jalan Hasanudin, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Sabtu (7/1/2017) dihebohkan dengan peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pemuda, warga Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan bernama Jodi Setiawan alias Jodi Oye (21).
Bahkan, saat pasca peristiwa itu, salah seorang saksi mata, Siti, yang merupakan asisten rumah tangga (ART) di rumah milik Edi Tias (64), masih mengalami trauma dan belum bisa memberikan keterangan pasti, terkait penembakan tersebut.
Mobil milik Edi pun turut terkena tembakan saat pelaku memberondong tembakan ke arah korban yang berusaha berlindung di rumah Edi, jalan Hasanudin, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru. Nahas, kroban akhirnya tewas, sebelum sempat tertolong karena tembakan pelaku tepat mengenai dada kirinya.***