SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sudah 6 bulan putera puteri terbaik Kabupaten Kepulauan Meranti kerja bhakti untuk mencerdaskan anak negeri di lokal jauh Sekolah Luar Biasa Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Mereka setiap hari mendidik murid penyandang difabilitas (cacat) namun tidak pernah merasakan gaji atau honor selama mengajar.
Kondisi ini disampaikan Kepala SLB lokal jauh, Syafrizal, ketika dikunjungi Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Muzamil, Ketua Komisi C Ardiansyah, Sekretaris Komisi B Darsini, dan Kabid Dikdas Disdikbuk Kamaruddin beserta staff, Senin (26/1/2015) lalu. Kata Syafrizal, selain tidak memiliki gedung sendiri untuk proses belajar mengajar, kesejahteraan guru juga tidak dirasakan. Dimana, sudah 6 bulan mereka mengajar, sama sekali tidak mendapatkan honor, dan tidak tahu lagi pihak mana yang harus memperhatikan mereka.
"Kita memang merupakan lokal jauh dari SLB Selatpanjang, namun sama sekali tidak ada perhatian (bantuan, red) dari SLB Selatpanjang itu. Kita berharap ada pihak yang memperhatikan tentang sarana dan prasarana pendidikan di lokal jauh ini," kata Syafrizal.
Menanggapi apa yang disampaikan Syafrizal, Kamarudin mengatakan bahwa untuk SLB semua operasionalnya di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Riau namun bisa sharing dana. Meski demikian, mereka juga sudah pernah memasukkan kedalam anggaran untuk honor guru seperti yang dimaksudkan. Namun, anggaran itu tidak bisa diterima alias dicoret, sebab yang boleh dianggarkan hanya guru yang termasuk ke dalam honor daerah.
"Kemarin sudah kita anggarkan, namun tidak diterima, karena ini tidak termasuk honor daerah. Sedangkan kita tahu, bupati sudah mengeluarkan edaran bahwa tidak ada lagi penerimaan, ini perlu diambil kebijakan. Kita berharap juga pihak legislatif bisa membicarakan masalah ini dengan bupati, agar ada kebijakan lain yang bisa mengakomodir guru-guru yanga tidak bergaji ini," kata Kamaruddin.
Di tempat yang sama, Muzamil mengatakan, pada dasarnya pihak legislatif Meranti sangat mendukung apapun itu yang berkaitan dengan kebaikan bersama. Hanya saja, semuanya ada proses. Usai peninjauan SLB Rangsang Barat itu pula, kata Muzamil, mereka akan rapat dengan semua pihak terkait untuk mencari solusi seperti apa kebijakan yang nantinya akan dihasilkan guna mengakomodir semua kebutuhan guru lokal jauh SLB Rangsang Barat.
"Nanti kita rapat bersama bupati untuk membicarakan masalah ini. Kepada Disdikbud tolong juga lobi provinsi agar provinsi mau membangun gedung yang dibutuhkan untuk proses belajar dan mengajar di sini," ujar Politisi Demokrat itu.
Hal senada juga diutarakan Ardiansyah. Kata Politisi PAN itu, mereka tetap mendukung kebijakan untuk kebaikan bersama selama itu tidak menyalahi aturan. "Selagi tak menyalahi aturan, kita dukung itu," katanya.
(zal)