
PEKANBARU - Dengan iring-iring dan pengawalan dari Satlantas Polresta Pekanbaru, St (29) pelaku penembakan Jodi Setiawan alias Jodi Oye (21), dibawa langsung ke Polresta Pekanbaru dari TKP penangkapan di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (8/1/2017) sore.
Dihadapan sejumlah wartawan, St yang ditanyai Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Sutanto. St yang merupakan pecatan Polri tahun 2012 itu, mengaku jika penembakan terhadap korban Jodi Oye, memang sudah direncanakan sejak lama, karena menaruh dendam pada korban.
"Sudah saya setting (penembakan) itu. Saya ada dendam sama Dia (Jodi)," aku St saat ditanyai Kombes Pol Susanto saat ekspos pengungkapan kasus penembakan jalan Hasanudin, di Mapolresta Pekanbaru, Senin sore.
St mengungkapkan, jika pada Sabtu (7/1/2017) pukul 23.30 WIB itu, Ia dua kali menembakkan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver miliknya itu ke arah korban. "Tembakan pertama dari dalam mobil, di pinggir jalan. Korban sedang berhenti, masih di atas motor, langsung saya tembak," tuturnya.
"Tembakan kedua, saya turun dari dalam mobil. Tapi, cuma kena ke mobil yang parkir di rumah itu," sambungnya, memaparkan peristiwa penembakan yang dilakukannya tersebut.
BACA JUGA:
. Dalami Kasus Penembakan di Jalan Hasanudin Pekanbaru, Kapolresta: Ada Kemungkinan Pelaku Bertambah
. Ini Motif Pelaku, Tembak Mati Seorang Pemuda Warga Kampung Dalam di Jalan Hasanudin Pekanbaru
Sebelumnya, warga jalan Hasanudin, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Sabtu (7/1/2017) dihebohkan dengan peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pemuda, warga Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan bernama Jodi Setiawan alias Jodi Oye (21).
Bahkan, saat pasca peristiwa itu, salah seorang saksi mata, Siti, yang merupakan asisten rumah tangga (ART) di rumah milik Edi Tias (64), masih mengalami trauma dan belum bisa memberikan keterangan pasti, terkait penembakan tersebut.
Mobil milik Edi pun turut terkena tembakan saat pelaku memberondong tembakan ke arah korban yang berusaha berlindung di rumah Edi, jalan Hasanudin, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru. Nahas, kroban akhirnya tewas, sebelum sempat tertolong karena tembakan pelaku tepat mengenai dada kirinya.***