
JAKARTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat sebanyak 72 satuan pendidikan telah tersentuh program revitalisasi sepanjang tahun 2026. Bantuan senilai lebih dari Rp50 miliar dari pemerintah pusat tersebut menjadi pendorong di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten kepulauan di Provinsi Riau itu.
Kepala Disdikbud Kepulauan Meranti, Raja Yusran menyebutkan bahwa realisasi program tersebut sangat membantu daerah pesisir yang masih membutuhkan banyak sentuhan pembangunan fisik. Namun, ia mengakui masih banyak bangunan dan fasilitas penunjang pembelajaran lain yang menanti giliran perbaikan.
Kondisi geografis yang didominasi perairan membuat biaya pemeliharaan serta pembangunan infrastruktur pendidikan di Kepulauan Meranti jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan Riau lainnya.
Menghadapi beban kebutuhan infrastruktur yang cukup besar, Disdikbud Kepulauan Meranti tidak bisa hanya mengandalkan kas daerah. Raja Yusran menegaskan pentingnya menjemput bola program-program dari kementerian terkait agar pemerataan kualitas pendidikan bisa tercapai.
Langkah proaktif ini diwujudkan melalui audiensi bersama Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Pertemuan ini menjadi krusial untuk memastikan kelanjutan alokasi bantuan pada tahun depan.
"Kita menyadari keterbatasan keuangan daerah. Untuk itu, kita harus terus melakukan berbagai upaya koordinasi dengan pemerintah pusat," paparnya.
"Hal ini agar program-program nasional dapat dilaksanakan di daerah dan semakin banyak membantu peningkatan sarana dan prasarana pendidikan," urainya lebih lanjut. ***