PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM -Sekitar 60-an anggota wirit pengajian ibu-ibu di Kecamatan Pangkalan Lesung, Pelalawan, Riau menyerbut 12 dari 24 kafe yang diduga sebagai tempat mesum di Jalan Lintas Timur Pangkalan Lesung, Dusun Tua Desa Pesaguan. Melihat ibu-ibu pengajian datang, sebagian wanita muda yang masih di dalam kafe lari menyelamatkan diri ke semak belukar.

Peristiwa ini terjadi Selasa (25/9/2012) sore usai sholat ashar. Aksi ini berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.00 Wib. Sayangnya saat aksi terjadi sebagian kafe telah ditutup dan kunci. Pada aksi ini para ibu ini menuding beberapa kafé yang menyajikan hiburan musik keras plus wanita muda nan cantik sebagai pelayan merupakan tempat mesum.

Meski tidak terjadi tindakan anarkis, namun sempat terjadi keributan antara penghuni kafe dengan para anggota wirit pengajian. Mereka terlibat adu mulut bahkan seorang ibu sempat meninju dinding kafe yang membuat warga kaget.

Pada aksinya, kaum ibu perwiritan mendesak tempat yang diduga tempat mesum dengan menyediakan wanita, kumpul kebo, miras dan pengguna narkoba segera ditutup. Mereka memberi tenggat waktu hanya satu minggu hingga 10 hari untuk menutup kafe tersebut. Jika tidak diindahkan, maka kaum ibu akan kembali mendatagi lokasi tersebut.

Sebelum aksi berakhir, aparat kepolisian datang untuk mengamankan lokasi, tapi ibu-ibu sudah bersiap untuk pulang. ''Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Kapolsek setempat, tapi belum mendapat tanggapan. Saya yang khawatir terjadi gejolak dan tindakan anarkis. Alhamdulillah tak terjadi tindakan anarkis meski sempat menampar meja di salah satu café yang menyebabkan enam wanita lari pontang panting ke semak dan adu mulut, tapi tak ada tindakan yang membahayakan yang dilakukan pemilik café maupun ibu perwiritan,'' ujar Ketua II MUI Kecamatan Pangkalan Lesung Saidina Ali yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, Rabu (26/9/2012).

Dikatakannya, dirinya terpaksa mendampingi dari belakang bersama mantan Kepala Desa Dusun Tuo Zirmai agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Dan beberapa pemilik kafé, sebut Saidina Ali yang pernah mendekam di balik jeruji Polres Pelalawan karena keterlibatan pembakaran lokalisasi pelacuran Pompa Air, bersedia menutup tempat usahanya, asal saja seluruh café yang ada yang jumlahnya belasan sampai puluhan juga ikut ditutup.

Sebelumnya sebut Saidina Ali, dirinya telah mengingatkan agar ibu perwiritan tidak langsung mendatangi kafé-kafé tersebut, namun mengajak bersama-sama mendatangi Kantor Bupati, DPRD dan Polres Pelalawan di Pangkalan Kerinci. ''Nampaknya samangat ibu-ibu sudah mulai kuat, tidak mundur. Padahal sudah disarankan ke Kantor Bupati, DPRD dan Polres Pelalawan,'' jelasnya.

Kapolsek Pangkalan Lesung AKP S Manullang saat dikonfirmasi, tidak menjawab pesan singkat yang dikirim. Begitu pula Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Pelalawan H Nipto Anin,S.Sos juga tidak bersedia membalas konfirmasi yang disampaikan terkait aksi perkumpulan wirit yasin yang mendatangi kafé di Pangkalan Lesung. (kst)