
PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau memastikan kemunculan Harimau Sumatera di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.Kepastian itu diperoleh setelah tim BBKSDA Riau turun langsung ke lokasi sejak Jumat (9/1/2026) untuk melakukan pengecekan lapangan.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul laporan perjumpaan seorang warga bernama Zulfikar dengan satwa dilindungi itu. Tim juga berkoordinasi dengan perangkat desa serta warga setempat untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Tim menemukan beberapa jejak harimau sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di titik koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya. Diperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas," ujar Supartono, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, lokasi perjumpaan berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Sementara arah jejak harimau mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik awal temuan.
Atas temuan tersebut, BBKSDA Riau mengimbau masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun. Sosialisasi juga dilakukan melalui pemerintah desa agar warga tidak beraktivitas sendirian dan lebih mengutamakan kegiatan secara berkelompok.
"Masyarakat yang beraktivitas terlalu pagi dan terlalu sore kami minta waspada. Kami sarankan menghentikan aktivitas di jam aktif harimau, terutama malam hari, untuk menghindari perjumpaan langsung," jelasnya.
Supartono menambahkan, warga diminta segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas jika memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan satwa tersebut. Pemantauan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan apakah harimau masih berada di sekitar lokasi atau telah kembali ke habitat hutannya.
Sebelumnya, seorang warga bernama Zulfikar mengaku bertemu Harimau Sumatera di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa itu terjadi saat yang bersangkutan melintas di area perkebunan sawit.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1/2026), menjelaskan hasil koordinasi menunjukkan Zulfikar saat itu hendak menyusul dua rekannya yang lebih dulu memancing di kawasan tersebut.
"Saksi awalnya mengira sorot mata yang terlihat dari kejauhan adalah sapi. Setelah disenter, ternyata seekor harimau berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah parit antara jalan dan kebun," paparnya.
Dalam kondisi panik, Zulfikar langsung menjauh dan mencari perlindungan di pondok pekerja koperasi. Ia juga memperingatkan dua rekannya agar menghentikan aktivitas dan berlindung.
Ujang menegaskan, informasi yang menyebut adanya warga diterkam harimau tidak benar. "Yang terjadi adalah perjumpaan langsung, tidak ada korban. Sapi yang disebut-sebut juga tidak berada di lokasi kejadian," tegasnya.
Berdasarkan hasil pengecekan, jejak harimau mengarah ke kawasan Hutan Produksi dengan jarak sekitar empat kilometer. Tim memperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di area tersebut.
BBKSDA Riau memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas pihak guna mengantisipasi potensi konflik satwa liar dengan manusia. "Jika ada informasi terbaru, segera laporkan ke BBKSDA Riau atau aparat setempat," tambah Ujang. ***